TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Setelah viral di media sosial (medsos) terkait aksi pijat anak dan bayi yang dilakukan oleh Ferizka Utami atau Ibu Ika yang disebut ahli totok pijat sirih, praktik tersebut menuai beragam reaksi.
Meski sempat dihujat, pengobatan yang dilakukannya disebut profesional dan banyak pasien mengaku sembuh setelah berobat, bahkan kembali untuk terapi lanjutan.
Ketika wartawan Sripoku.com berkunjung ke tempat pengobatannya, yakni Ferizka_Prihendra yang berlokasi di Perumahan Top 100 Jakabaring Blok A3 No 12, tepatnya di depan Masjid Cheng Ho Jakabaring, terlihat lokasi ramai dikunjungi pasien.
Tak hanya orang tua yang membawa anaknya untuk berobat, terlihat juga pria berusia 30 hingga 60 tahun serta wanita dengan rentang usia yang sama datang dengan berbagai keluhan penyakit, seperti stroke, patah tulang, amandel, hingga penyakit dalam lainnya.
Dari pantauan di lokasi, masyarakat tidak hanya berasal dari Palembang, tetapi juga dari luar daerah.
Antrean pasien terlihat panjang, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.
Bahkan, ada pasien yang datang menggunakan kursi roda dan tetap rela mengantre untuk mendapatkan pengobatan.
Meski tidak bertemu langsung dengan Ferizka Utami karena banyaknya pasien, salah satu keluarga pasien, Ahmad Yani (39), mengaku telah membawa anaknya berobat ke tempat tersebut sejak tahun 2012.
“Awalnya tahu dari saudara. Saat anak saya sakit amandel, saya bawa ke sini dan sembuh. Sekarang saya bawa lagi karena patah tangan dan berangsur membaik,” ujarnya.
Terkait biaya, ia menyebut tidak ada tarif pasti.
“Tidak diminta, seikhlasnya saja. Meski berobat di sini, kami tetap mengimbangi dengan pengobatan medis,” tambahnya.
Hal serupa disampaikan pasien lainnya, Dosi (35), yang mengetahui tempat ini dari keluarga dan lingkungan sekitar.
“Kemarin tahu dari mertua, lalu saya coba berobat ke sini,” katanya.
Ia juga mengaku merasakan perubahan setelah menjalani pengobatan.
“Saya sebelumnya sakit di perut. Setelah berobat ke sini dan diperiksa ke dokter, hasilnya sudah tidak ada lagi,” ungkapnya.
Dalam proses pengobatan, pasien tidak hanya menjalani terapi pijat, tetapi juga diberikan anjuran pola makan, seperti memperbanyak konsumsi buah serta mengikuti pantangan tertentu.
Pengalaman para pasien ini menunjukkan bahwa kepercayaan, rekomendasi keluarga, serta hasil yang dirasakan menjadi faktor utama masyarakat dalam memilih pengobatan alternatif, meski tetap disandingkan dengan pemeriksaan medis.
Baca juga: Sosok Ferizka Utami Praktisi Totok Sirih Asal Palembang Viral Terapi Bayi, Tuai Kecaman Para Dokter
Baca juga: Puluhan Emak-emak di Prabumulih Gelar Aksi Solidaritas, Desak Polisi Tindak Kasus KDRT yang Viral
Terpisah, salah satu penjaga di tempat tersebut, Moan, mengatakan bahwa aktivitas pengobatan sudah berjalan cukup lama dan semakin dikenal luas oleh masyarakat.
“Sudah tiga tahun di sini. Kalau ikut dengan Ibu (praktisi) sejak 2012,” katanya.
Menurutnya, pasien yang datang tidak hanya berasal dari Palembang, tetapi juga dari berbagai daerah seperti Lahat hingga Pulau Jawa. Dalam sehari, jumlah pasien bahkan bisa mencapai ratusan orang.
“Sehari bisa sampai 250 orang. Satu pasien biasanya ditangani sekitar tiga menit,” jelasnya.
Metode pengobatan yang digunakan berupa totok saraf dengan bantuan media daun sirih.
Cara ini disebut menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin berobat tanpa tindakan medis seperti operasi.
“Di sini menggunakan daun sirih dan ditotok sarafnya. Kami berusaha membantu,” katanya.
Ia juga menyebut pasien yang datang cukup beragam, baik dewasa maupun anak-anak, dengan jadwal khusus untuk anak-anak.
“Dewasa ada, anak-anak juga ada. Untuk anak-anak biasanya hari Kamis,” ujarnya.
Jenis penyakit yang ditangani pun beragam, dengan kasus terbanyak adalah stroke. Selain itu, terdapat pula pasien dengan keluhan jantung, kanker, hingga patah tulang.
“Rata-rata stroke. Ada juga kanker dan patah tulang,” katanya.
Terkait biaya, Moan menegaskan bahwa pengobatan di tempat tersebut tidak mematok tarif dan bersifat sukarela.
“Tidak ada tarif, sukarela saja, tidak ada paksaan,” tutupnya.
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com