Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Di balik kabar bantuan rumah dari Prabowo Subianto, tersimpan perjuangan panjang Mbah Painah (74) yang rela memungut bunga kamboja hingga menjadi tukang bersih-bersih makam demi menghidupi anak angkatnya.
Warga Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Kota Solo ini mengasuh Aditya Herlambang sejak bayi berusia sekitar satu bulan.
Dalam kondisi ekonomi serba terbatas, ia tetap bertahan merawat dan membesarkan anak tersebut hingga kini menginjak usia remaja dan bersekolah di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 17 Solo.
Ia mengerjakan berbagai pekerjaan serabutan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Saat itu saya upaya dengan memungut bunga Kamboja untuk dijual sampai jadi tukang bersih-bersih makam. Kalau tidak dapat uang untuk uang saku sekolah, sampai saya nekat pinjam ke tetangga agar Aditya bisa punya uang saku," ungkap Mbah Painah kepada TribunSolo.com.
"Dulu memang saya kerja mengasuh anak di sini waktu masih sehat, (lalu) ditawari merawat anak sebulan dibayar Rp 200 ribu per bulan. Dan berjalan 3 bulan cuma dikasih Rp 100 ribu dan kemudian saya rawat sampai sekarang usai 17 tahun," ungkap Mbah Painah kepada TribunSolo.com.
Perjuangan itu tak selalu mudah. Saat Aditya lulus SMP, Mbah Painah sempat kebingungan mencari biaya agar anak angkatnya bisa melanjutkan sekolah.
Bahkan, Aditya sempat berniat berhenti sekolah dan bekerja demi membantu ekonomi keluarga.
"Lulus dari SMP 20, saya ambil rapor-nya. Saat itu saya ditawari dari sekolah untuk daftar ke sana (sekolah rakyat) terus saya jawab iya. Pulang Adit saya tawari karena udah lulus SMP, kalau gak bisa sekolah gausah sekolah ya saya bilang begitu. Terus dia bilang kalau saya kerja juga gapapa Mak kalau saya hanya lulus SMP,"
Namun, Mbah Painah tak tega melihat anak yang diasuhnya sejak bayi harus putus sekolah.
Baca juga: Perjuangan Mbah Painah Bikin Presiden Terharu, Kabarnya Prabowo Bakal Beri Bantuan Rumah di Solo
"Ya kalau dia lulus SMP mau bekerja ya saya nggak tega, wong anak baru lulus SMP sudah mau bekerja. Kamu sekolah aja ya saya bilang begitu. Tapi dia bilang kalau tidak sekolah tidak apa-apa," urainya.
Diam-diam, Aditya ternyata mendaftar ke sejumlah sekolah dan sempat diterima di SMK 2 Solo.
Namun akhirnya ia memilih melanjutkan pendidikan di SRMA 17 Solo.
"Ternyata dia diam-diam mendaftar STM 1 dan SRMA 17, terus besoknya sudah dipanggil pihak sekolah untuk ukur sepatu dan baju. Dan saya pun dorong Aditya untuk mau bersekolah di sana dari pada dia bekerja, saya tidak tega," imbuhnya.
Baca juga: Kisah Mbah Painah di Solo, Dititipi Bayi Sejak Usia Sebulan, Sempat Kebingungan Cari Biaya Sekolah
Kelegaan pun dirasakan Mbah Painah saat Aditya akhirnya melanjutkan pendidikan.
"Anaknya mau tanda tangan, hati saya langsung bahagia. Jadi anaknya tidak usah bekerja," ungkapnya.
Meski hidup sederhana, Mbah Painah bersyukur karena Aditya tumbuh tanpa keluhan.
Bahkan, sejak kecil anak tersebut bercita-cita menjadi anggota TNI.
Baca juga: Besarkan Anak Angkat dengan Keterbatasan Ekonomi, Kisah Nenek di Solo Ini Dapat Perhatian Prabowo
"Adit itu dulu pernah meminta doa untuk bisa jadi tentara, dan saya pun bangga kalau memang terwujud saya selalu mendoakan," sebutnya.
"Sejak kecil ingin jadi tentara bahkan saat taman kanak-kanak ketika mau berfoto inginnya menggunakan seragam loreng," pungkasnya.