TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau mengusulkan sebanyak 13 ekor sapi kurban bantuan Presiden RI Prabowo Subianto untuk disalurkan ke seluruh wilayah di Riau pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Rinciannya, 12 ekor didistribusikan ke kabupaten/kota dan satu ekor untuk Pemerintah Provinsi Riau.
Program ini tidak hanya menjadi bagian dari ibadah kurban, tetapi juga memberi dampak ekonomi langsung bagi peternak lokal. Seluruh sapi yang diusulkan dipastikan berasal dari peternak di Riau, sehingga perputaran ekonomi tetap terjadi di daerah.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Riau, Yan Dharmadi, menjelaskan bahwa setiap daerah akan menerima satu ekor sapi dengan bobot rata-rata hampir mencapai satu ton.
Ukuran sapi yang besar tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat penerima.
“Seluruh sapi kurban Bapak Presiden ini berasal dari peternak lokal Riau. Totalnya ada 13 ekor. Sama seperti tahun lalu. Jadi satu kabupaten kota itu dapat satu, kemudian satu lagi yang paling besar nanti untuk provinsi," kata Yan, Jum'at (24/4/2026).
Pemprov Riau pun mengimbau agar penyaluran daging dilakukan secara adil, tepat sasaran, serta mengutamakan masyarakat kurang mampu.
"Kami berharap pendistribusian daging kurban bisa menjangkau masyarakat yang membutuhkan di seluruh kabupaten/kota,” ujarnya.
Lebih jauh, Pemerintah Provinsi Riau terus mematangkan seluruh persiapan penyaluran bantuan tersebut. Seluruh kabupaten/kota telah menyampaikan usulan sapi kurban yang kemudian diverifikasi di tingkat provinsi sebelum diajukan ke pemerintah pusat.
Baca juga: Sapi Kurban Bantuan Presiden di Pekanbaru Dicek Kesehatannya, Bobot Capai 907 Kg
Baca juga: Siapkan Hewan Kurban Jelang Idul Adha, Peternak di Riau Bicara Soal Harga
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara ketat dengan mengedepankan kualitas dan kesehatan hewan.
“Dari usulan yang masuk, kami memilih sapi yang paling memenuhi kriteria, baik dari sisi bobot maupun kesehatan, untuk ditetapkan sebagai sapi kurban bantuan Presiden,” jelas Mimi.
Ia menambahkan, setiap daerah sudah mengajukan sapi terbaik dari peternak lokal di daerah nya masing-masing. Selanjutnya, tim provinsi melakukan verifikasi untuk memastikan hewan tersebut benar-benar layak.
Sebagai langkah strategis, Pemprov Riau juga mendorong daerah yang memiliki sapi berbobot di atas satu ton untuk mengusulkan dua ekor sekaligus. Kebijakan ini bertujuan menjaga ketersediaan hewan kurban di daerah agar tidak terjadi kekurangan setelah seleksi dilakukan.
“Jika satu sapi ditetapkan untuk provinsi, maka satu lagi tetap bisa dimanfaatkan di kabupaten/kota. Dengan begitu, manfaatnya tetap dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” terangnya.
Mimi menegaskan, seluruh sapi yang diusulkan wajib dalam kondisi sehat dan bebas penyakit sesuai ketentuan pemerintah pusat. Pemeriksaan dilakukan tidak hanya secara fisik, tetapi juga melalui uji laboratorium.
Langkah ini sekaligus menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap sektor peternakan lokal. Dengan melibatkan peternak daerah, program bantuan kurban ini tidak hanya berdampak sosial, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat.
Pemprov Riau optimistis, dengan sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, seluruh proses mulai dari pengusulan hingga penyaluran bantuan dapat berjalan lancar.
“Ini bukan sekadar ibadah kurban, tetapi juga bentuk kepedulian sosial. Pemerintah hadir memastikan bantuan ini tepat sasaran dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” kata Mimi.
Di Kota Pekanbaru, salah satu sapi yang diusulkan menjadi perhatian karena bobotnya yang mencapai 907 kilogram. Sapi jenis Simental tersebut berasal dari peternak di Umban Sari, Rumbai, dan telah melalui tahapan seleksi ketat.
Untuk memastikan kualitasnya, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau bersama Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru turun langsung melakukan peninjauan ke lokasi peternakan.
Dalam peninjauan tersebut, tim melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh serta mengambil sampel untuk diuji di UPT Laboratorium Veteriner dan Kesehatan Hewan (LVKH) DPKH Riau.
Hasil pemeriksaan menunjukkan sapi dalam kondisi sehat, bebas penyakit, dan memenuhi syarat sebagai hewan kurban bantuan Presiden. Pemeriksaan ini menjadi bagian penting untuk menjamin keamanan dan kelayakan hewan sebelum disalurkan kepada masyarakat.
"Melalui pengawasan ini kami ingin memastikan bahwa bantuan sapi kurban tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga berkualitas. Sehingga masyarakat dapat menerima daging kurban yang aman, sehat, dan layak konsumsi," katanya.
( Tribunpekanbaru.com / Syaiful Misgiono)