TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Peluang kerja sama investasi di Kalimantan Utara (Kaltara) kembali terbuka lebar setelah investor asal Qatar menunjukkan minat serius menanamkan modal di wilayah Kaltara.
Investor yang tergabung dalam Nick Oil menyatakan ketertarikannya untuk mengembangkan sektor strategis di Kaltara, terutama minyak dan gas (migas), serta membuka peluang pada sektor lain seperti infrastruktur dan industri pengolahan.
Gubernur Kaltara, Zainal Paliwang menyebut, daerahnya memiliki potensi besar yang siap dikerjasamakan, salah satunya cadangan migas di Blok Ambalat.
“Potensi migas kita cukup besar, termasuk di Ambalat. Ini menjadi peluang yang sangat baik untuk kerja sama investasi,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Baca juga: Investor Qatar Lirik Potensi Migas di Blok Ambalat dan Manufaktur Kaltara
Tak hanya migas, peluang kolaborasi juga terbuka pada pembangunan infrastruktur pendukung seperti rumah sakit, storage BBM, hingga bandara.
Selain itu, sektor pengolahan hasil laut seperti rumput laut, udang, dan kepiting juga dinilai memiliki prospek menjanjikan.
Dengan jaringan yang mencakup sejumlah negara seperti Rusia, Inggris, Kanada, hingga kawasan Teluk, Nick Oil dinilai mampu membuka akses pasar yang lebih luas bagi Kaltara.
Rencana kerja sama ini diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kita berharap investasi ini nantikan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah tetapi juga dapat membuka lapangan kerja yang luas," tandasnya.
Baca juga: Gubernur Zainal Paliwang Harap Investor Percepat Pembangunan Pabrik Minyak Goreng Di Kaltara
Pemprov Kaltara pun menaruh harapan besar agar peluang investasi ini dapat segera direalisasikan dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan di Bumi Benuanta.
(*)
Penulis : Desi Kartika Ayu