Oknum Bos Rokok tanpa Cukai Diduga Lakukan KDRT, Emak-emak di Prabumulih Sumsel Ancam Demo Polisi
Refly Permana April 24, 2026 09:27 PM

 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Emak-emak di Kota Prabumulih, Provinsi Sumatera Selatan, melakukan aksi solidaritas dengan menandatangani spanduk putih di Taman Kota Prabujaya, Kecamatan Prabumulih Timur, Jumat, 24 April 2026, sore.

Aksi itu dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada seorang ibu rumah tangga berinisial I (40) yang menurut mereka sudah menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) diduga oleh suaminya berinisial Z belum lama ini.

Selain menandatangani spanduk putih itu, rombongan emak-emak tersebut menyampaikan sejumlah tuntutan yang ditujukan kepada Polres Prabumulih, khususnya para penyidik di Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Prabumulih.

"Kami ingin menyuarakan isi hati sebagai wanita. Kami ibu-ibu warga Taman Baka dan Prabumulih ingin membela Ibu I (inisial–red)," ungkap Eka, disambut riuh teriakan ibu-ibu lainnya ketika diwawancarai.

Baca juga: Ibu Rumah Tangga di Kertapati Palembang Jadi Korban KDRT, Laporkan Suami ke Polisi

Emak-emak tersebut sengaja berkumpul dan mengumpulkan tanda tangan dengan beberapa tuntutan, antara lain meminta jajaran Polres Prabumulih dan para pejabat Prabumulih agar menangkap Z.

"Kedua, kami minta Kasatreskrim dan jajaran agar menindaklanjuti kasus ini dan menangkap pelaku. Kalau tidak, kami emak-emak akan turun demo," tegasnya.

Tidak hanya itu, jika tidak ditindaklanjuti, para emak-emak mengancam akan membawa kasus tersebut ke Polda Sumatera Selatan, bahkan ke Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

"Tolong ditindaklanjuti. Kalau tidak, kami akan ke Pak Prabowo dan ke Kapolda Sumatera Selatan serta Propam Polda," lanjut para ibu-ibu tersebut dengan bersemangat.

Eka juga mengajak seluruh masyarakat Kota Prabumulih untuk terus mengawal kasus KDRT tersebut sehingga tidak tenggelam dan tidak diabaikan oleh aparat penegak hukum.

"Kami meminta dukungan kepada masyarakat Kota Prabumulih, jangan sampai kasus ini tenggelam. Kita usut sampai tuntas, jangan mau ditutup pakai duit," bebernya.

Para emak-emak tersebut pesimistis kasus dapat terungkap lantaran sang suami yang melakukan KDRT diduga merupakan oknum bos rokok ilegal di Kota Prabumulih.

Bahkan, menurut emak-emak tersebut, oknum pelaku pernah sesumbar jika kasus tidak akan naik karena oknum aparat dan oknum wartawan telah diberi sejumlah uang.

"Pelaku sesumbar tidak akan naik kasus ini karena ada oknum aparat dan oknum wartawan telah diberinya uang. Untuk itu, kami akan terus mengawal kasus ini jangan sampai tidak ada tindak lanjut kepolisian," tegas ibu-ibu lainnya.

Sempat Viral di Media Sosial

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Prabumulih AKP Jon Kenedi SH MSi, ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan pihaknya meminta waktu untuk menindaklanjuti dan menyelesaikan kasus tersebut.

Untuk diketahui, seorang ibu-ibu berinisial I menjadi korban KDRT suaminya berinisial Z hingga mengalami luka cukup lebar di bagian kepala sebelah kanan.

Kejadian KDRT tersebut terjadi pada Minggu, 19 April 2026, sekitar pukul 17.30 WIB di depan ruko di Jalan Arimbi, Kelurahan Prabujaya, Kecamatan Prabumulih Timur.

Aksi pemukulan oleh sang suami tersebut bahkan dilakukan diduga bersama pelakor dan terekam kamera CCTV serta viral di media sosial.

Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polres Prabumulih pada malam kejadian, tetapi hingga saat ini belum ada tindak lanjut perkembangan laporan tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.