Nabila Menjadi Lebih Kritis dan Visioner Berkat Buku
R Hari Tri Widodo April 24, 2026 09:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Mahasiswi ini menyukai bahan bacaan bertema pengembangan diri, karya sastra, manajemen keuangan, dan kepemimpinan. Bacaan-bacaan tersebut menjadi ruang belajar yang membantunya memahami diri, melatih cara berpikir yang lebih bijak, dan melihat kehidupan dari beragam perspektif.

"Melalui membaca saya terbiasa melihat masalah secara komprehensif dan tidak parsial," kata Nabila Ramadhina yang lahir di Banjarmasin pada 1 Oktober 2006.

Membaca membuka ruang refleksi yang membantu mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Fakultas Hukum ini merumuskan solusi dengan pertimbangan yang matang dan membantu mengenali diri sendiri. 

"Proses tersebut membentuk cara berpikir yang lebih kritis sekaligus visioner," tukas warga Jl Bumi Mas Raya, Komplek Bumi Jaya, Banjarmasin ini.

Membaca membuat Nabila semakin menyadari bahwa banyak keputusan dalam hidup berakar pada cara kita berpikir dan memaknai sesuatu. 

Sebagaimana melalui buku The Psychology of Money karya Morgan Housel, ia belajar bahwa pengelolaan keuangan tidak hanya soal angka melainkan tentang pola pikir dan perilaku. 
"Buku tersebut menunjukkan bahwa keberuntungan dan risiko memiliki pengaruh besar dalam perjalanan finansial seseorang, sehingga penting untuk bersikap realistis, sabar, dan mempertimbangkan dampak jangka panjang sebelum mengambil keputusan," katanya.

Nabila memaparkan, ia sejak kecil saya sudah lekat dengan aktivitas membaca. Buku selalu menjadi ruang paling nyaman untuk mengenal dunia dan memahami banyak hal baru. 

"Rasa ingin tahu membuat saya terbiasa mencari jawaban lewat berbagai bahan bacaan hingga akhirnya membaca bukan lagi sekadar kebiasaan, melainkan kebutuhan," ujar Nabila yang di organisasi menjabat Ketua KOHATI Komisariat Hukum di Himpunan Mahasiswa Islam.

Pemilik sertifikasi Master Of Ceremony Exellence dan Public Speaking ini biasanya membaca di sela-sela aktivitas terutama saat waktu istirahat. 

"Di tengah jadwal yang padat, saya mencoba konsisten menyempatkan waktu untuk membaca buku agar rutinitas itu tidak hilang," terang Nabila yang pernah menjabat Dewan Literasi MAN 4 Banjar 2023-2024.

Nabila tidak menetapkan target waktu khusus untuk membaca setiap hari. Dengan aktivitas yang cukup padat, ia menyesuaikan dengan waktu yang ada meskipun hanya sebentar. 

"Bagi saya yang terpenting bukan seberapa lama membaca melainkan bagaimana menjaga ritme agar kebiasaan itu tetap terpelihara di tengah kesibukan," tukasnya.

Nabila biasanya membeli buku sesuai dengan kebutuhan dan rencana bacaan yang sedang ia jalani. Ia lebih memilih menyelesaikan satu buku terlebih dahulu sebelum membeli yang lain, agar setiap bacaan benar-benar saya maknai.

Ia lebih menikmati membeli buku secara offline karena menyukai suasananya. Melihat rak-rak buku dan membaca sekilas sebelum memilih memberikan sensasi yang berbeda.

"Saya juga senang bisa berbincang ringan dengan sesama pecinta buku. Namun saya tetap memanfaatkan pembelian secara online," jelas Nabila yang sekali belanja antara satu hingga dua judul.

Mengenai koleksi buku ia mengaku tidak terlalu banyak, namun berisi bacaan yang benar-benar ia nikmati dan maknai. Di antaranya adalah The Psychology of Money karya Morgan Housel yang memberinya perspektif baru tentang pola pikir dalam mengelola keuangan. 

Nabila juga membaca karya-karya sastra dari Tere Liye serta novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori. Selain itu, buku Filosofi Teras karya Henry Manampiring juga menjadi salah satu bacaan yang membantu  memahami pentingnya pengendalian diri dan cara berpikir yang lebih rasional. (Salmah saurin)

 

Berdiskusi Berbagi Pemikiran 
AGAR betah membaca, menurut Nabila, perlu menemukan gaya paling sesuai dengan diri sendiri. Membaca tidak harus selesai dalam sekali duduk. Kadang satu halaman yang dipahami dengan sungguh-sungguh jauh lebih berarti daripada satu bab yang terburu-buru.

Nabila yang juga suka diskusi dan pengembangan diri, mengungkapkan beberapa hal yang ia lakukan agar tetap konsisten membaca.

"Pilih bacaan yang relevan dengan kebutuhan dan minat yang sedang kita jalani," ujarnya.
Baca secara bertahap namun konsisten.  Kaitkan isi bacaan dengan pengalaman pribadi agar lebih bermakna dan mudah dipahami.

"Cari suasana membaca yang kondusif dan tenang. Sesekali berdiskusi dengan teman terkait bahan bacaan yang sedang kita baca agar bisa saling berbagi pemikiran," saran pemilik motto; hidup hanya sekali maka hidup lah yang berarti.

Selain itu, mencari rekomendasi atau sudut pandang baru melalui ulasan pembaca maupun konten literasi di media sosial. (Salmah saurin)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.