TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Identitas kerangka manusia yang ditemukan berserakan di area ladang Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, belum terungkap.
Pihak kepolisian hingga saat ini masih menunggu hasil forensik yang dilakukan di RS Bhayangkara Semarang.
Meskipun demikian, bagi warga yang merasakan kehilangan keluarganya dan ada kemiripan dengan ciri-ciri pakaian yang ditemukan di sekitar lokasi untuk dapat segera melapor ke Polsek terdekat.
Baca juga: Junianto Tak Sabar Saksikan PSIS Semarang Vs Kendal Tornado FC, Sama-sama Bidik 3 Poin
Warga Desa Pidodo Wetan, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal digemparkan dengan penemuan kerangka manusia di area ladang pada Kamis (23/4/2026) pagi.
Penemuan tersebut pertama kali dilaporkan oleh seorang petani yang sedang melintas di lokasi.
Humas Polres Kendal, Iptu Deni Herawan menjelaskan bahwa kerangka tersebut ditemukan sekira pukul 10.30 oleh Ali Imron, warga Desa Korowelang Kulon.
Saat itu, dia sedang menuju ladang di Dukuh Malangsari dan tanpa sengaja melihat tulang-belulang manusia berserakan.
Mendapat laporan tersebut, tim gabungan dari Polsek Patebon, Unit Reskrim, Tim Inafis Polres Kendal, serta petugas PMI mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP.
Petugas mengamankan sejumlah bagian kerangka yang terdiri dari tulang tengkorak, rahang, tulang paha, rusuk, hingga tulang belakang.
Selain kerangka, polisi juga menemukan beberapa helai pakaian yang diduga milik korban.
Seperti ada baju lengan panjang berwarna hijau kuning, celana pendek hitam bermotif, celana panjang berwarna hitam.
Baca juga: Fakta Terbaru Kasus Viral Video Asusila di Batang, Polisi Ungkap Ada Motif Ekonomi
“Selanjutnya, kerangka tersebut dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan forensik guna mengungkap identitas serta penyebab kematian,” katanya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian telah meminta keterangan dari beberapa saksi, termasuk pemilik lahan bernama Indiari dan warga sekitar guna mencari titik terang asal-usul kerangka tersebut.
Identitas korban belum dapat dipastikan karena kondisi jenazah yang sudah tinggal tulang.
Pihak Polres Kendal mengimbau warga yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri pakaian tersebut untuk segera melapor.
“Kami masih melakukan penyelidikan intensif dan menunggu hasil forensik dari RS Bhayangkara untuk langkah hukum selanjutnya,” tutup Iptu Deni. (*)
Sumber Kompas.com