BREAKING NEWS, Malam Ini Gunung Semeru Alami Erupsi Disertai Letusan Asap
deni setiawan April 24, 2026 11:11 PM

TRIBUNJATENG.COM, LUMAJANG - Warga Lumajang Jawa Timur yang berada di sekitar Gunung Semeru diminta untuk tidak lengah, tetap waspada.

Sesuai data laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru telah terjadi erupsi disertai letusan atap di puncak kawah Jonggring Saloko.

Berkait hal itu, Pemkab Lumajang menyiagakan tim pengamanan jika luncuran awan panas terus berlangsung dan wilayah tersebut mengalami hujan.

Baca juga: Aktivitas Gunung Semeru Masih Tinggi, 528 Warga Mengungsi dan Puluhan Rumah Rusak Berat

• Akal-akalan Pria 61 Tahun di Wonosobo, Modifikasi Xenia agar Bisa Borong 70 Liter Pertalite

Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur mengalami erupsi berupa luncuran awan panas pada Jumat (24/4/2026) malam.

Berdasarkan laporan PPGA Semeru, erupsi berlangsung dengan amplitudo maksimal 20 milimeter dan berlangsung selama 4 menit 10 detik.

Erupsi juga disertai dengan letusan asap setinggi 700 meter di atas puncak kawah Jonggring Saloko.

Kalakhar BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho mengatakan, awan panas mulai terekam pukul 19.59.

"Terjadi APG jarak luncur 4,5 kilometer mengarah ke Besuk Kobokan," kata Isnugroho seperti dilansir dari Kompas.com, Jumat (24/4/2026).

Saat ini, kata Isnugoroho, luncuran awan panas sudah berhenti.

"Informasi dari Pos Pantau Gunung Semeru, awan panasnya sudah berhenti," tambahnya.

BPBD Kabupaten Lumajang telah menyiagakan tim reaksi cepat (TRC) untuk bersiap mengamankan warga apabila luncuran awan panas terus berlangsung dan mendekati kawasan permukiman di radius delapan kilometer dari puncak kawah.

Isnugroho mengimbau warga di sekitar lereng Semeru untuk tetap tenang dan menjaga kewaspadaannya sambil memantau perkembangan informasi dari petugas pos pantau Gunung Semeru.

Baca juga: Fakta Terbaru Kasus Viral Video Asusila di Batang, Polisi Ungkap Ada Motif Ekonomi

• Sosok Supardi Bangun Rumah Mirip Bus di Wonogiri, Awal-awal Jadi Bahan Cibiran

Menurutnya, tidak ada dampak yang terjadi akibat luncuran awan panas yang terjadi.

Namun, luncuran awan panas menyebabkan tumpukan material di lereng Gunung Semeru semakin banyak.

Imbasnya, apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi, material berupa pasir dan batu tersebut akan terbawa oleh banjir lahar hujan Gunung Semeru.

"Saat ini di Gunung Semeru kerap terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi," katanya.

"Kalau lengah, bahaya dari banjir lahar bisa membahayakan warga di sekitar aliran sungai yang berhulu ke Gunung Semeru," ungkapnya.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati mengimbau warga untuk tetap tenang sambil memantau perkembangan informasi dari Pos Pantau Gunung Api Semeru.

"Jarak luncurnya masih pada radius aman, warga sudah tahu harus apa, harapannya tidak ada hujan deras sehingga memicu banjir lahar," ujar Indah. (*)

Sumber Kompas.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.