Tribunlampung.co.id, Jakarta - Pihak kampus bungkam setelah ramai berhembus dugaan hubungan gelap mahasiswi berinisial MCS dengan eks dekan, TYC.
Sebelumnya perselingkuhan ini pertama kali meledak dan viral melalui unggahan akun TikTok @awselingkuhhh dan @awselingkuh.
Dalam unggahan tersebut, salah satu kampus di Jakarta Timur digadang-gadang sebagai lokasi terjadinya tindak kecurangan prestasi akademik.
Hubungan MCS dengan dekannya diduga kuat menjadi 'pelicin' menyabet predikat kehormatan Cum Laude saat prosesi wisudanya pada November 2025 lalu.
Dalam narasi tersebut menyebutkan bahwa MCS tidak hanya memiliki hubungan spesial dengan sang dekan, tetapi juga selingkuh dengan rekan satu angkatannya yang sudah beristri, berinisial TS.
Baca juga: Mahasiswi Diduga Jalin Hubungan Gelap dengan Dekan, Mendadak Lulus Cumlaude
Upaya untuk mengonfirmasi kebenaran skandal ini kepada pihak kampus menemui jalan buntu.
Saat dihubungi, Amir Santoso, sosok yang sempat disebut-sebut sebagai rektor, menjelaskan bahwa dirinya tak lagi menjabat.
"Tidak mengikuti masalah tersebut, maaf saya tidak punya (nomor telepon rektor)," ucap Amir yang mengaku sudah pensiun sejak 2023.
Langkah konfirmasi pun dilanjutkan dengan menghubungi nomor resmi Lembaga Marketing dan Humas kampus yang tertera di situs web mereka. Awalnya, pihak humas merespons pesan tersebut.
"Sore kak, isu apa ya kak?," tanyanya kembali.
Namun, setelah diberikan penjelasan mengenai isu skandal perselingkuhan dan predikat Cum Laude tersebut, nomor Humas itu mendadak bungkam.
Pesan tidak lagi dibalas, dan panggilan telepon pun langsung ditolak (reject).
Kabar kelulusan Cum Laude MCS sontak memicu tanda tanya besar di kalangan mahasiswa. Salah satu rekan satu angkatannya, TR, membeberkan kejanggalan tersebut.
Menurut TR, rekam jejak akademik wanita tersebut terbilang biasa-biasa saja selama masa perkuliahan.
"Kami mempertanyakan bagaimana seorang mahasiswa semasa belajar dulu di kampus tidak terlalu menonjol secara akademi tapi bisa meraih predikat Cum Laude?," ungkap TR, dikutip dari TribunnewsBogor, Jumat (24/4/2026).
Melihat isu yang semakin liar, TR mendesak pihak rektorat untuk tidak tinggal diam.
Ia meminta kampus segera melakukan langkah nyata dan transparan guna mengusut tuntas dugaan penyimpangan akademik ini.
"Kami mendesak agar segera klarifikasi, transparansi dan audit internal terhadap pemberian predikat Cum Laude tersebut," tegasnya.
Bagi TR, langkah tegas dari kampus sangat krusial. Selain untuk meredam fitnah, hal ini penting untuk menjaga wibawa institusi serta memastikan bahwa nilai akademik murni didapatkan dari kerja keras, bukan 'jalur belakang'.
"Supaya mahasiswa berprestasi tidak ikut terdampak. Ini juga demi publik percaya bahwa predikat Cum Laude tidak diperoleh dari kedekatan, pengaruh atau relasi personal," tandasnya.