BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Tindakan ceroboh maling motor di di Kelurahan Saranghalang, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kamis (23/4/2026) malam. bikin curiga pemilik rumah
Aksi pencurian sepeda motor di Kelurahan Saranghalang, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kamis (23/4/2026) malam, terbongkar setelah korban memergoki langsung pelaku saat menggeser kendaraannya di halaman rumah.
Kapolres Tanahlaut AKBP Ricky Boy Siallagan melalui Kapolsek Pelaihari Iptu Benny Wisnu Wardhani mengungkapkan, kejadian bermula sekitar pukul 21.00 Wita di rumah korban di Jalan A Yani RT 06 RW 04.
Saat itu, korban (perempuan dewasa) sedang berada di dalam rumah.
Baca juga: Kasus 53 Siswa Diduga Keracunan, Pembagian MBG di SMKN 1 Amuntai HSU Kalsel Dihentikan Sementara
Baca juga: Putus Diterjang Banjir, Jembatan Gantung Datar Mangkung Desa Tumingki HSS Kini Dibangun TNI
“Korban mendengar suara sepeda motor digeser. Setelah dicek, ternyata ada dua orang laki-laki yang sedang berusaha membawa keluar motor miliknya,” jelas Benny, Jumat (24/4/2026).
Mengetahui hal tersebut, korban langsung berteriak meminta pertolongan warga.
Teriakani perempuan ini memicu respons cepat warga sekitar yang berdatangan ke lokasi dan berhasil mengamankan satu terduga pelaku berinisial M (27) alias K, warga Basirih Kota Banjarmasin.
Sementara satu pelaku lainnya berhasil melarikan diri.
Pelaku yang diamankan oleh warga kemudian diserahkan ke pihak kepolisian.
Dari tangan terduga pelaku, petugas turut mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor milik korban serta satu unit sepeda motor lain yang diduga digunakan pelaku.
Kapolsek menyebut akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp 8 juta.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pengembangan kasus serta memburu satu pelaku lainnya yang telah teridentifikasi namun masih dalam penyelidikan.
“Untuk pelaku lain masih dalam pengejaran. Kami juga terus mendalami kemungkinan keterlibatan dalam kasus serupa,” tegasnya.
Polisi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat memarkir kendaraan di rumah, serta segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.
Viral di Sosmed
Aksi pencurian sepeda motor (curanmor) di Kota Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), kembali menyentak publik di kota ini.
Apalagi setelah beredar video amatir yang memperlihatkan momen penangkapan terduga pelaku oleh aparat kepolisian.
Seorang relawan menuturkan, malam tadi sekitar pukul 22.00 Wita ada informasi masuk tentang penangkapan terduga pelaku curanmor tersebut di wilayah Kelurahan Saranghalang.
Video berdurasi 21 detik itu langsung menyebar di ruang percakapan publik dan ramai menjadi perbincanga.
Video amatir berdurasi 21 detik yang beredar luas memperlihatkan momen saat seorang terduga pelaku digiring petugas kepolisian di tengah kerumunan warga.
Pada rekaman tersebut, tampak seorang laki-laki dewasa mengenakan kaus hitam lengan pendek dan celana jeans, dengan postur agak tinggi.
Laki-laki itu memiliki ciri rambut keriting tebal cenderung gimbal. Di telinga kanannya terlihat mengenakan anting.
Terlihat pula petugas menggiring pelaku dengan posisi tangan pelaku terborgol ke belakang.
Sementara warga sekitar menyaksikan langsung proses penangkapan di lokasi yang cukup ramai. Hingga kini, titik pasti lokasi dalam video tersebut belum diketahui secara jelas.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolres TanaLlaut AKBP Ricky Boy Siallagan melalui Kapolsek Pelaihari Iptu Benny Wisnu Wardhani membenarkan adanya penangkapan tersebut.
“Benar, tadi malam kami mengamankan satu orang terduga pelaku curanmor. Sementara satu terduga pelaku lainnya masih dalam pengejaran,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Polisi saat ini masih melakukan pengembangan kasus serta memburu pelaku lain yang melarikan diri.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.
Catat, Ini 3 Cara Mencegah Maling Motor
Secanggih apapun teknologi sepeda motor tetap tak bisa menjamin seratus persen anti maling. Apalagi maling punya seribu satu cara untuk mendapat motor incaran.
Untuk itu pemilik motor perlu tindakan lebih agar motor lebih aman. Sesuai idiom lama yang sering disebut yaitu lebih baik mencegah daripada mengobati.
Agar terhindar dari peristiwa tersebut, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meminimalisir kemungkinan motor dicuri.
1. Parkir di posisi aman/terdalam
Parkir di tempat yang relaif aman punya pagar bisa menciutkan maling. Selain itu parkir di posisi paling dalam karena saat terhalang motor lain, maling pasti akan berpikir dua kali untuk mengambil motor.
“Biasanya maling akan mencari posisi yang paling mudah untuk dijangkau. Jadi kalau mau parkir, cari tempat yang mengumpat,” ujar Kepala Bengkel Honda Bintang Motor Cinere Ribut Wahyudi saat dihubungi Kompas.com belum lama ini.
Seorang teknisi bengkel AHASS mempraktekkan sulitnya memasukan kunci T ke lubang kunci jika setang motor dikunci ke kanan.
2. Kunci setang ke kanan
Posisi kunci setang ke kanan dinilai lebih aman meminimalisir pencurian. Sebab dianggap bisa menyulitkan maling untuk beraksi.
Pengecualian untuk motor sport, posisi setang motor ke kanan membuatnya menjadi sedikit menutup lubang kunci. Sehingga cukup menyulitkan untuk memasukan kunci T.
Menurut Ribut, posisi setang ke kanan akan membuat maling menghabiskan waktu yang lebih banyak untuk membobol kunci motor. Berbeda halnya jika posisi setang dikunci ke kiri.
“Posisi tersebut (setang ke kiri), lubang kunci tidak tertutup oleh setang. Sehingga waktu untuk membobol lubang kunci relatif lebih cepat,” katanya.
3. Kunci pengaman tambahan
Saat ini sudah banyak tersedia dipasaran kunci pengaman tambahan. Salah satunya adalah gembok yang dikaitkan pada lubang cakram depan dan rantai belakang pada motor selain matik.
“Yang pasti kunci ganda lebih dianjurkan karena sudah terbukti bisa mencegah pencurian,” kata Ribut.
Perangkat tambahan yang disarankan adalah kunci pengaman pada tuas rem. Cara kerjanya dengan mengunci tuas rem dan tuas gas agar tidak bisa digunakan.
Jadi, meskipun kunci setang bisa diakali dan motor bisa dihidupkan, tetap tidak bisa dijalankan karena tuas gas terkunci.
(banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara/kompas.com)