TRIBUN-MEDAN.COM – Habis sudah kesabaran Jusuf Kalla hingga ungkap semua jasanya dalam karir politik Presiden RI ke-7 Jokowi.
Adapun Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla yang mengungkap jasa besarnya dalam karir Jokowi belakangan jadi perbincangan.
Kini, sang juru bicara Jusuf Kalla sebut hal itu wajar soal pernyataan politisi tersebut soal jasanya dalam karier politik Jokowi.
Sebelumnya, dalam konferensi pers pada akhir pekan lalu, JK menyebut bahwa Jokowi bisa menjadi Gubernur DKI Jakarta dan Presiden RI berkat dirinya.
Hal itu disampaikan Jusuf Kalla dalam klarifikasinya soal ceramah di masjid kampus UGM pada 5 Maret 2026 lalu yang membuatnya dilaporkan terkait tudingan penistaan agama.
Baca juga: Hadir dalam Pesta Emas SMP Swasta Kartini Parsoburan, Bupati Effendi: Saya Teringat Sekolahku Dulu
Kata Husain, sebenarnya, politisi kelahiran Watampone, Sulawesi Selatan 15 Mei 1942 itu tidak mau mengungkit-ungkit soal kontribusinya dalam karier politik Jokowi.
Tepatnya, dipendam selama hampir 20 tahun.
Akan tetapi, menurut Husain, JK merasa ingin mengungkapkannya secara terbuka setelah marak tudingan yang mengarah kepada dirinya, termasuk soal tudingan mendanai kasus ijazah Jokowi hingga tudingan penistaan agama.
"Sepertinya ingin mengemukakan secara terbuka, setelah hampir 20 tahun, atau dari 2011 sampai 2026 dia menyimpan rapat sebenarnya ini." kata Husain, dalam program ROSI yang diunggah di kanal YouTube KompasTV, Kamis (23/4/2026).
"Karena kebanyakan, mungkin anak-anak muda sekarang itu ibaratnya langsung melihat bunganya, tidak melihat siapa yang menanam."
Baca juga: FANTASTIS Anggaran Zoom Meeting atau Rapat Daring BGN Rp 5,7 Miliar, Ini Kata Dadan Hindayana
Apalagi, Husain menilai, saat ini banyak anak muda yang tidak paham awal mula perjalanan Jokowi di dunia politik, tahunya cuma sudah jadi presiden.
"Nah, kira-kira itulah Pak JK mencoba menarik ke belakang bahwa, 'Ini loh saya, apa kurang saya kepada Pak Jokowi?' Apalagi selama 5 tahun mendampingi Pak Jokowi."
"Luar biasa lho, Pak JK sebenarnya juga mengatur ritme dengan Pak Jokowi."
Husain lantas menyebut, Jusuf Kalla juga merasa dipojokkan, karena tudingan mendanai kasus ijazah Jokowi yang merebak di media sosial, di kalangan relawan Jokowi, dan di tengah masyarakat.
"Sebenarnya beliau ingin menyampaikan suatu pesan yang kuat atau meyakinkan publik ya, kan dia kesannya merasa dipojokkan," jelas Husain.
"Seolah-olah tidak berterima kasih kepada Pak Jokowi atau tidak tahu berbalas budi, sehingga muncullah macam-macam ini."
Baca juga: Pemilik Usaha Mi Babi Sukoharjo Masih Tetap Buka di Tengah Polemik Warga Minta Ganti Menu Jadi Halal
Husain menjelaskan, sebenarnya JK tidak pernah mengungkit jasanya dalam karier politik Jokowi karena masih menghormati pria asal Solo, Jawa Tengah itu.
Kata Husain, JK terpaksa mengungkapkannya, dan sudah habis kesabaran.
"Sebenarnya masalah ini, Pak JK tidak pernah menyampaikan secara terbuka, karena beliau bagaimanapun sebagai mantan wapres Pak Jokowi, beliau sangat respek dan menghormati Pak Jokowi, sehingga ada hal-hal yang tidak perlu dikemukakan secara publik," terang Husain.
"Tapi, karena merasa sudah terdesak dan ya tentu namanya juga manusia, Pak JK kan bukan malaikat. pasti punya batas-batas kesabaran juga sehingga mengemukakan supaya orang tahu bahwa, 'Ini loh posisi saya kepada Pak Jokowi, itu peranan saya.'"
Dalam konferensi pers yang digelar di kediamannya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Sabtu (18/4/2026) lalu, Jusuf Kalla menyinggung soal dirinya yang didorong oleh Ketua Umum PDIP (PDI Perjuangan) Megawati Soekarnoputri untuk mendampingi Jokowi di Pemilihan Presiden atau Pilpres 2014.
Pada kesempatan itu, JK didampingi juru bicaranya, Husein Abdullah, dan mantan Menteri Hukum dan HAM RI (Menkumham) Hamid Awaluddin.
Awalnya, JK mengungkap, Megawati enggan jika Jokowi yang kala itu menjadi kader PDIP, didampingi oleh orang selain dirinya.
Sementara itu, pada Pilpres 2014, JK merasa Jokowi belum cukup berpengalaman untuk menjadi calon presiden (capres). Menurut dia, Jokowi juga baru dua tahun menjadi Gubernur DKI Jakarta.
“Tiba-tiba saya bilang belum cukup pengalaman. Jangan, nanti rusak negeri ini. Tapi Ibu Mega kasih tahu saya. Dia tidak mau teken kalau saya tidak jadi wakilnya (wakil Jokowi),” kata JK saat jumpa pers di rumahnya di Jakarta Selatan, Sabtu, (18/4/2026).
JK kemudian bertanya tentang alasan Megawati meminta dirinya menjadi wakil Jokowi.
“Karena Pak JK yang paling berpengalaman. Bimbinglah dia,” demikian jawaban Megawati menurut penuturan JK.
Oleh karena itu, JK menyebut bahwa bukan dirinya yang menginginkan menjadi pendamping Jokowi, melainkan itu adalah permintaan Megawati.
“Ibu Mega yang minta sama saya,” kata JK menegaskan.
Lantas, Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu mengklaim bahwa Jokowi bisa menjadi Gubernur DKI Jakarta dan Presiden RI karena jasanya.
“Kasih tahu semua Termul-termul [singkatan dari 'Ternak Mulyono', sebutan dari pihak yang kontra Jokowi untuk pendukung Jokowi] itu, Jokowi jadi presiden karena saya,” ujar JK.
“Saya yang bantu Jokowi. Boleh tanya sama beliau, kasih lihat foto ini. Itu masih pakai baju kotak-kotaknya,” imbuhnya, sambil menunjuk foto.
Lantas, JK menyebut, dirinya dari Partai Golkar (Golongan Karya) yang diminta oleh PDIP untuk maju ke Pilpres 2014 mendampingi Jokowi, karena Jokowi perlu dibantu.
“Saya orang Golkar, bayangkan, tapi PDIP mencalonkan saya sebagai wakil, bukan karena partai, hanya karena beliau perlu dibantu, perlu didampingi. Kalau tidak, rusak negeri ini," pungkasnya.
*/tribun-medan.com