Gelagat Man Sebelum Tusuk Kakek 4 Cucu Hingga Tewas di Surabaya, Jalan Cepat Usai Eksekusi Korban
Musahadah April 25, 2026 09:32 AM

 

SURYA.CO.ID - Terungkap gelagat AR alias Man (45), terduga eksekutor penusukan berujung tewasnya kakek 4 cucu, MJ di gang permukiman padat Jalan Pragoto II, Simolawang, Simokerto, Surabaya, pada Kamis (23/4/2026) 

Man ditangkap anggota Tim Jatanras Polrestabes Surabaya tak kurang 24 jam dari peristiwa itu. 

Informasi yang dihimpun wartawan surya.co.id, pelaku Man tinggal di salah satu ruangan Rumah Susun (Rusun) Sombo Simokerto Surabaya. 

Dia ditangkap di sebuah tempat persembunyiannya kawasan Kabupaten Sampang, Jatim, pada Jumat (24/4/2026) dini hari. 

Dalam penangkapan itu, polisi menyita  satu jaket hoodie denim lengan panjang warna biru muda dan putih, serta topi berwarna hitam.

Baca juga: Akhirnya Pelaku Penusukan Kakek 4 Cucu hingga Tewas di Surabaya Ditangkap, Warga Kuak Eksekutornya

Kedua benda itu merupakan pakaian AR saat menghabisi korban. 

Selain itu, polisi juga menyita pisau Gaucho tradisional atau pisau potong daging beserta sarung pelindungnya berwarna cokelat, diduga kuat alat untuk menusuk korban. 

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto mengakui penangkapan itu.

"Alhamdulillah sudah tertangkap dalam waktu 1 x 24 jam. Berkat doa dan bantuan masyarakat," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com, pada Jumat (24/4/2026). 

Sementara, Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Evan Caesar Ibrahim menyebut jika terdapat bukti lain yang merujuk pada keterlibatan pihak lain sebagai tersangka aksi tindak pidana terhadap korban, ia bakal menangkapnya. 

"Sementara satu (pelaku) sesuai dengan fakta saat ini. Kalau dari keterangan dan alat bukti ada peran pelaku lain kita infokan (perkembangan)," ujar Evan. 

Siapakah Man? 

Adik sepupu korban Iwan (34) menceritakan sosok Man  ikenal sebagai teman tongkrongan korban.

Bahkan, tak jarang Man juga berkunjung ke rumah ibunda korban di Jalan Pragoto II. 

Bukan cuma korban, Iwan dan para tetangga yang bermukim di kawasan Jalan Sencaki atau Jalan Pragoto juga mengenal sosok Man. 

Man memang panggilan paling populer bagi warga. Karena, tidak ada yang tahu pasti nama lengkap dari sosok Man

"Orang di sini banyak kenal, ya sama si man itu. Karena si man sering ke sini juga mainnya. Ya cuma teman tongkrongan aja," ujar Iwan saat ditemui TribunJatim.com

Gelagat Man sebelum dan sesudah mengeksekusi korban

GELAGAT - (kiri) jenazah kakek di Surabaya yang tewas ditusuk, saat dibawa ambulans. (kanan) Ketua RT setempat, Ismail. Ismail mengungkap gelagat kakek tersebut sebelum tewas ditusuk.
GELAGAT - (kiri) jenazah kakek di Surabaya yang tewas ditusuk, saat dibawa ambulans. (kanan) Ketua RT setempat, Ismail. Ismail mengungkap gelagat kakek tersebut sebelum tewas ditusuk. (Surya.co.id)

Dikatakan Iwan, sebenarnya Man bukan orang pertama yang menemui korban sebelum kejadian, melainkan adiknya. 

Adik Man ini terlibat cek-cok dengan korban sekira pukul 05.00 WIB. 

Setelah cek-cok itu, pelaku ke luar gang untuk memanggil bantuan yang tak lain adalah kakaknya, Man.

Setelah itu Man dan adiknya mendatang MJ di  kosannya lalu terlibat perkelahian.

Iwan mengatakan, adik Man sempat memegangi korban. 

Lalu, Man langsung menghujami tusukan pada tubuh korban hingga terkapar di lokasi kejadian. 

Tak hanya Man dan adiknya, sejumlah warga juga melihat dua orang teman Man yang berada di jalanan depan gang permukiman.

"Jadi awalnya, cekcok sama adiknya. Lalu si adiknya pulang bawa kakaknya itu. Terus ada yang lihat di jalan itu ada 2 orang. Tapi yang masuk yang kelihatan cuma 2 orang," jelasnya.

Usai mengeksekusi MJ, Man bersama adiknya meninggalkan lokasi kejadian sambil berjalan. 

Iwan mengaku sempat melihat sosok Man pada Kamis (23/4/2026) sekira pukul 06.00 atau seusai kejadian. 

Saat itu dia berpapasan dengan Man dan adiknya yang berjalan melewati depan rumah mertuanya. 

Ketika itu dia sedang memandikan burung peliharaannya di teras depan rumah.

Kemudian, ia melihat kedua sosok pelaku berjalan cepat menuju ke pintu gerbang gang. 

Namun, pada momen sepersekian detik itu, ia belum mengetahui jika kedua pelaku baru saja terlibat cekcok dan berujung menghabisi nyawa korban. 

Hingga akhirnya istrinya berteriak karena memperoleh kabar dari para tetangga bahwa korban; sang kakak ipar terkapar dengan luka tusuk pada tubuh bagian atas. 

Iwan langsung berlarian menuju ke tempat korban terkapar, dan bertanya kepada para tetangga di sekitar lokasi tentang peristiwa yang dialami korban. 

Setelah mendengar banyak informasi dari para tetangga. Akhir Iwan memahami bahwa sang kakak ipar baru saja dihabisi oleh kedua pelaku tadi yang sempat berpapasan dengan dirinya di depan teras rumah. 

"Jadi saya sedang bersihin burung di depan rumah. Kan saya hobi burung. Saya bersihin, lalu saya dipanggil istri untuk makan. Habis makan itu, istri saya jerit. Bahwa kakak sepupu sudah tergeletak di TKP itu. Saya berpapasan. Tapi saya enggak tahu kalau habis itu," ungkapnya. 

Motif Asmara di Baliknya

Mengenai motif para pelaku mengabisi nyawa korban. Iwan tak menampik bahwa sempat ada dugaan mengenai pemicu pertengkaran antara korban dengan pelaku yang berjumlah sekitar empat orang itu, karena persoalan asmara. 

Namun, ia tidak mengetahui secara detail permasalahan asmara yang melingkupi perseteruan antara korban dengan pelaku.  

"Cuma ada yang info, perkaranya itu soal perempuan. Enggak tahu, adiknya istrinya, ada yang bilang soal uang. Cuma kebanyakan orang bilang itu, perkara Adiknya istrinya kakak saya MJ itu. Ada yang bilang gitu. Tapi pastinya saya kurang tahu juga," pungkasnya. 

Di lain sisi, Ketua RT 03, Ismail mengatakan, beberapa warga sempat berspekulasi kasus percekcokan berujung tewasnya korban dipicu karena persoalan asmara. 

Kendati begitu, dirinya tidak mengetahui detail permasalahan asmara yang memicu perkelahian di antara kedua belah pihak.

"Kayaknya persoalan asmara. Pelakunya itu (punya hubungan dengan) yang perempuan (dari korban). Yang meninggal itu kan lakinya (si perempuan)," pungkasnya. 

Adanya motif asmara juga dibenarkan AKBP Edy.  

"Saat ini anggota sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku. Sedangkan motifnya, sementara adalah berkaitan dengan asmara," pungkasnya. 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.