Kejari Soroti Potensi Penyalahgunaan SDA di Kabupaten Bangka Selatan yang ‘Terlalu Kaya’
Fitriadi April 25, 2026 01:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung dinilai memiliki potensi sumber daya alam yang sangat lengkap dan strategis, baik dari sisi daratan maupun perairan.

Kondisi geografis tersebut menjadikan wilayah ini sebagai daerah yang kaya akan potensi ekonomi, mulai dari sektor pertambangan hingga perkebunan.

Namun, di balik peluang besar tersebut, terdapat tantangan serius terkait pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya.

Baca juga: Ruko Bank hingga TJ Mart Bos Timah Afat di Basel Disita, Akan Banyak PHK? Simak Penjelasan Kajari

Tanpa pengawasan yang tepat, potensi tersebut berisiko disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu.

Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Selatan, Asep Kurniawan Cakraputra, mengungkapkan bahwa kekayaan alam yang dimiliki daerah harus disikapi dengan bijak dan terukur.

Asep Kurniawan Cakraputra menegaskan penting adanya keseimbangan antara upaya meraih keuntungan ekonomi dengan menjaga keberlanjutan lingkungan dan stabilitas daerah. Pengelolaan yang tidak tepat justru dapat menimbulkan dampak negatif jangka panjang.

Baca juga: Ruko Aset Milik Bos Timah Afat Disewakan ke Bank Mandiri Cabang Toboali Disegel Kejari Basel

“Menurut saya Kabupaten Bangka Selatan secara geografis itu memiliki sumber daya alam yang sangat komplit,” kata Asep Kurniawan Cakraputra kepada Bangkapos.com, Sabtu (25/4/2026).

Asep Kurniawan Cakraputra membeberkan, posisi geografis Kabupaten Bangka Selatan yang memiliki wilayah daratan dan perairan menjadikannya memiliki daya tarik tinggi bagi berbagai investasi.

Hal ini tentu menjadi peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah jika dikelola secara benar. Namun, kondisi tersebut juga membuka celah bagi praktik-praktik yang tidak sesuai ketentuan.

Ia menekankan pentingnya mitigasi antara ekspektasi keuntungan dengan potensi risiko yang dapat muncul dari aktivitas ekonomi.

Keuntungan yang diperoleh tidak boleh mengorbankan keberlanjutan lingkungan maupun keseimbangan sosial ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, setiap aktivitas usaha harus mengedepankan prinsip kehati-hatian.

“Perlu mitigasi antara ekspektasi memperoleh keuntungan. Karena memang Bangka Selatan ini kaya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Asep mengingatkan adanya potensi penyalahgunaan sumber daya oleh pihak tertentu yang hanya mengejar keuntungan semata.

Sektor seperti pertambangan dan perkebunan dinilai sangat rentan terhadap praktik yang melanggar aturan. Hal ini jika tidak dikendalikan dapat merusak ekosistem dan berdampak pada perekonomian daerah.

Perlu dibedakan secara jelas antara investasi yang sehat dengan kepentingan yang berpotensi merusak.

Investasi yang baik seharusnya memberikan manfaat jangka panjang bagi daerah dan masyarakat.

Sebaliknya, aktivitas yang hanya berorientasi keuntungan sesaat justru dapat menimbulkan kerugian besar di kemudian hari.

“Sebenarnya cepat atau lambat akan merusak ekosistem atau kestabilan sisi ekonomi di Kabupaten Bangka Selatan,” kata Asep Kurniawan Cakraputra.

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.