TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sikka menggelar serangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kartini ke-147, Sabtu (25/4/2026) pagi.
Kegiatan yang dipusatkan di Aula Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Sikka ini diisi dengan jalan sehat dan lomba peragaan busana tenun ikat. Tak sekadar seremoni, acara ini menjadi panggung kampanye anti-kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Ketua TP PKK Kabupaten Sikka, Fista Sambuari Kago, menyampaikan bahwa ia menginisiasi kegiatan ini untuk memberikan ruang publik bagi perempuan Sikka agar lebih berdaya dan berani bersuara.
"Saat ini isu tentang perempuan sangat gencar disuarakan, khususnya mengenai emansipasi dan pemberian ruang publik agar mereka bisa memperjuangkan hak-haknya demi kesetaraan dan keadilan," ujar Fista di Aula Rujab Bupati Sikka, Sabtu.
Baca juga: Fista Sambuari Kago Gerakkan Kader TP PKK Sikka Lewat Jalan Sehat dan Lomba Busana Tenun
Fokus pada Pencegahan Kekerasan
Dalam kegiatan jalan sehat yang digelar pagi hari, Fista beserta para pengurus PKK turut mengampanyekan gerakan anti-kekerasan. Hal ini dilakukan sebagai respons atas maraknya kasus kekerasan seksual dan fisik yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hingga saat ini, TP PKK Sikka melalui Pokja 1 telah menyasar 5 sekolah, 3 gereja, dan 2 masjid untuk melakukan sosialisasi pencegahan kekerasan seksual terhadap anak.
"Banyak pelaku kekerasan ternyata adalah orang terdekat. Kami ingin menyadarkan anak-anak dan masyarakat agar lebih waspada terhadap predator anak yang ada di sekeliling kita," tuturnya.
Selain itu, edukasi mengenai literasi keuangan juga menjadi perhatian. Sebagai Bunda Literasi, Fista menyoroti keterkaitan antara masalah ekonomi rumah tangga termasuk jeratan pinjaman online (pinjol) dengan pemicu kekerasan dalam keluarga.
Baca juga: TP PKK Kabupaten Sikka Suarakan Perlindungan Perempuan dan Anak di Momentum Hari Kartini
Melestarikan Tenun di Tengah Modernitas
Peringatan Hari Kartini ini juga dimeriahkan dengan lomba peragaan busana tenun ikat. Langkah ini diambil untuk menjaga eksistensi budaya lokal Kabupaten Sikka di tengah arus modernisasi mode.
"Tenun ikat adalah jati diri kita yang harus dijaga. Melalui pelestarian pakaian adat ini, kita menjaga nilai budaya di tengah tren fashion yang terus berkembang," jelas Fista.
Penguatan Jejaring Perempuan
Acara ini menjadi momen perdana berkumpulnya 215 Ketua TP PKK dari 181 desa, 13 kelurahan, dan 21 kecamatan di Kabupaten Sikka sejak mereka dilantik.
Dengan luasnya wilayah Sikka, pertemuan ini diharapkan mampu mempererat silaturahmi serta menjadi wadah bagi kaum perempuan untuk saling berbagi pengalaman dan menguatkan peran satu sama lain.
"Perjuangan perempuan belum selesai. Perempuan harus berdaya, berkarya, dan memberikan manfaat nyata, khususnya untuk kemajuan Kabupaten Sikka," pungkasnya.