Dikira Tempat Aman, Daycare di Jogja Diduga Ikat dan Aniaya Anak-anak, Berujung Digerebek Polisi
jonisetiawan April 25, 2026 03:38 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Suasana yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak-anak justru berubah menjadi sumber ketakutan.

Dugaan penganiayaan terhadap balita di sebuah daycare di kawasan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, menggemparkan publik setelah sejumlah kesaksian wali murid mulai terungkap ke permukaan.

Kasus ini semakin serius setelah aparat kepolisian turun tangan langsung dengan menggerebek lokasi dan menghentikan sementara operasional daycare tersebut.

Baca juga: Layanan Daycare di Perkantoran Kota Solo, Dimulai dari Pemkot, Menyusul Perusahaan Swasta, Konsepnya

Ketakutan Anak Muncul Sejak Hari Kedua

Salah satu wali murid berinisial HF mengungkapkan pengalaman mencemaskan yang dialami keponakannya yang masih berusia 3,5 tahun. Ia menyebut perubahan perilaku anak terjadi sangat cepat, bahkan sejak hari-hari awal dititipkan.

"Baru masuk satu hari, di hari kedua anak sudah ketakutan. Setiap mau berangkat selalu bilang tidak mau, enggak mau. Intinya dia takut sekali untuk masuk ke sana," ujarnya.

Keluarga sempat berusaha membujuk dengan berbagai cara mulai dari memberikan mainan hingga makanan favorit. Namun, rasa takut anak tidak kunjung hilang, bahkan semakin kuat.

Ilustrasi kekerasan pada balita
Ilustrasi kekerasan pada balita (Kolase freepik)

Dugaan Sikap Kasar Pengasuh

Menurut HF, sang anak sempat mengungkapkan bahwa pengasuh di tempat tersebut bersikap keras. Awalnya, keluarga mengira hal itu hanya bagian dari proses adaptasi.

"Katanya miss-nya (guru) galak-galak. Awalnya kami pikir karena belum penyesuaian saja, tapi ketakutannya tidak wajar," tambahnya.

Namun, kecurigaan mulai menguat ketika muncul informasi serupa di media sosial yang menyebut adanya dugaan kekerasan terhadap anak-anak lain di daycare tersebut.

Baca juga: Kasus Kekerasan Bocah SD di Mojokerto, Inge Marita Tersangka dan Punya Rekam Jejak

Isu Kekerasan Fisik hingga Trauma Psikis

Kekhawatiran keluarga semakin menjadi setelah beredar kabar bahwa ada anak lain yang diduga mengalami perlakuan tidak layak, bahkan hingga diikat tangannya oleh oknum pengasuh.

"Saya langsung konfirmasi ke kakak saya yang di Jayapura, ternyata memang ada kabar medsos seperti itu. Pantas saja dulu keponakan saya traumanya luar biasa," katanya.

Meski tidak ditemukan luka fisik pada keponakannya, dampak psikologis yang ditimbulkan cukup serius. Anak tersebut akhirnya dipindahkan ke sekolah lain di kawasan Rejowinangun demi menghindari trauma berkepanjangan.

Polisi Bertindak, Daycare Ditutup Sementara

Menindaklanjuti laporan dan dugaan yang beredar, aparat dari Polresta Yogyakarta melakukan penggerebekan pada Jumat (24/4/2026) sore.

Kasatreskrim Riski Adrian membenarkan langkah tersebut.

“Iya benar, Satuan Reserse Polresta Jogja tadi sore baru saja melakukan menggerebekan sebuah tempat penitipan anak di daerah Umbulharjo,” katanya.

Pihak kepolisian menduga adanya tindakan kekerasan atau perlakuan tidak layak terhadap anak oleh oknum pengasuh.

“Diduga kuat memperlakukan anak secara diskriminatif atau menempatkan, membiarkan, melibatkan, menyuruh melibatkan anak dalam situasi perlakukan salah dan penelantaran atau kekerasan terhadap anak,” terang Riski.

Baca juga: Kekerasan & Pelecehan Anak Panti Asuhan Buleleng Bali, Pemilik Ditahan, Izin Operasional Dibekukan

Penyelidikan Masih Berlanjut

Saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap pendalaman. Polisi terus mengumpulkan bukti dan keterangan guna mengungkap fakta sebenarnya di balik dugaan kekerasan yang terjadi.

Kasus ini menjadi pengingat serius bagi para orang tua untuk lebih waspada dalam memilih tempat penitipan anak.

Di balik fasilitas yang tampak aman, bisa saja tersembunyi ancaman yang tidak terlihat namun meninggalkan luka yang mendalam, terutama bagi anak-anak yang belum mampu sepenuhnya mengungkapkan apa yang mereka alami.

***

(TribunTrends/Kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.