Perjuangan Kirim MBG ke Pelosok Bondowoso, Petugas Lintasi Jalur Ekstrem dengan Motor Modifikasian
Eko Darmoko April 25, 2026 04:35 PM

Laporan Sinca Ari Pangistu

SURYAMALANG.COM, BONDOWOSO - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menjangkau sekolah-sekolah di wilayah pelosok Bondowoso.

Salah satunya di SDN Banyuwuluh 4 dan PAUD Biser Barat, Desa Gubrih, Kecamatan Wringin.

"Wah, hari ini makan ayam. Dapat susu juga," seru Nurhayati, siswa kelas III SDN Banyuwuluh 4, Sabtu (25/4/2026).

Pemandangan unik terlihat saat ompreng dibagikan.

Banyak siswa yang tidak langsung menghabiskan jatah mereka, melainkan mengeluarkan wadah kecil (tepak) untuk menyisihkan sebagian makanan.

"Mau diberikan ke ibu, biar tahu juga rasanya," tutur Nurhayati kepada SURYAMALANG.COM.

Baca juga: Suami Bakar Istri di Banyuwangi Lalu Bakar Diri Sendiri, Diduga Dipicu Masalah Ekonomi Keluarga

Hal senada dilakukan Fatmawatul Nabilah, siswa kelas IV.

Meski harus berjalan kaki sejauh sekitar 1 kilometer melintasi sawah dan tanjakan untuk sekolah, Ia tetap bersemangat, apalagi dengan menu yang bervariasi setiap harinya.

"Punya saya dikasih ke orang tua, biar bisa mencoba juga," ungkapnya.

Di balik keceriaan siswa, ada perjuangan berat Abdul Malik (29), petugas pengantar dari SPPG Wringin 02.

Ia memodifikasi sepeda motornya dengan boks besar untuk mengangkut makanan agar tidak tumpah saat melintasi jalan berbatu dan menanjak sejauh 7 kilometer.

Tiba di sekolah, barulah boks berisi menu MBG ini dibuka, dikemas ke dalam ompreng dan dibagi ke siswa.

Malik mengaku sudah dua kali terjatuh akibat medan yang licin dan berlumpur saat hujan deras.

"Saya terpaksa loncat ke sisi tebing. Kalau ke kiri, langsung jurang," kenangnya.

Karena sulitnya sinyal di area tersebut, ia harus bangkit dan menolong dirinya sendiri tanpa bisa memanggil bantuan.

Meski bertaruh nyawa, Malik tak menyerah.

"Kasihan anak-anak kalau tidak dikirim, mereka sangat membutuhkan," ujarnya.

Koordinator SPPG Kabupaten Bondowoso, Mila Afriana Agustina, menjelaskan bahwa sekitar 120 porsi MBG diantar setiap hari untuk siswa dan guru di wilayah tersebut.

Karena medan yang sulit, pengantaran dilakukan lebih awal, sekitar pukul 07.00 WIB.

Mila berharap Satgas MBG Kabupaten dapat mengajukan pembangunan SPPG kategori 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) kepada Badan Gizi Nasional (BGN).

"SPPG 3T dikhususkan untuk daerah dengan distribusi sulit dan jumlah penerima di bawah 1.000 orang," pungkasnya.

Baca juga: Berhenti Sekolah Karena Hamil, Gadis Belia di Bondowoso Jadi Korban Kakak Ipar

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.