Pengurus Kadin Bali Dilantik Hari ini, Anindya Bakrie Siap Jembatani Bali Dengan Pusat
Putu Dewi Adi Damayanthi April 25, 2026 06:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Bali adakan Pengukuhan dan Pelantikan Dewan Kehormatan, Dewan Penasihat, Dewan Pertimbangan, dan Dewan Pengurus Kamar Dagang dan Industri Provinsi Bali, Masa Bakti 2025-2030 di Art Center Denpasar, Sabtu 25 April 2026. 

Sebanyak 249 orang dilantik hari ini, langsung oleh Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Anindya Bakrie. 

Usai melantik, Anindya memberikan sambutannya, dan mengatakan di tahun 2025 jumlah turis mancanegara yang datang sejumlah 7 juta lebih ke Bali, dan jumlah PDB-nya capai Rp170 triliun lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. 

"Nah, ini saya lihat benar-benar suatu prestasi yang sangat dibutuhkan dan artinya pertumbuhan Indonesia di tahun lalu yang sampai ke angka 5,3 persen pada waktu itu banyak yang tidak percaya saya sudah merasa bahwa ini akan tercapai artinya penyumbang yang besar dan juga salah satu yang terbesar adalah Bali karena itu selamat Pak Gubernur," jelas Anindya. 

Baca juga: Ketum Kadin: Kenaikan Nilai Dolar AS Justru Buat Banyak Turis Jangkau Bali 

Kadin sendiri menjadi mitra strategis pemerintah untuk menaikkan dunia usaha sesuai Undang-undang Nomor 1 Tahun 1987. 

Anindya mengungkapkan, Kadin mendapatkan kesempatan untuk menaungi seluruh dunia usaha dari asosiasi yang banyak hadir di Bali.

Ia juga menyoroti dampak konflik Israel-Amerika Serikat dan Iran, di mana sebelumnya sudah terdapat konflik di Ukraina dengan Rusia. 

"Nah, ini benar-benar dampaknya sangat serius dan akan lebih serius dari hanya sejak perang dan satu dua bulan. Kenapa, karena satu BBM sudah naik baik buat ritel maupun industri yang artinya biaya produksi akan naik, lalu yang ketiga juga daya beli tentunya juga lagi kurang baik," imbuhnya. 

Menyikapi hal tersebut, Kadin Indonesia bersama Kadin Provinsi Bali memiliki dua pilihan, apakah fokus saja kepada efisiensi bertahan atau tetap bertahan namun cepat-cepat memikirkan terobosan agar ekonomi bisa berkembang kembali. 

Kadin Indonesia memilih opsi kedua untuk efisiensi pada saat ini tapi mencari terobosan agar dapat kembali kepada arah pertumbuhan yang baik.

"Saya lihat Bali ini benar-benar bisa menjadi salah satu bukan saja barometer tapi juga pendorong ekonomi nasional. Dan saya juga diskusi dengan Pak Gubernur dan teman-teman Kadin Indonesia dengan pengurus Kadin di sini bahwa ya apa nih yang kita mesti bantu untuk Bali karena membantu Bali adalah membantu nasional," paparnya. 

Kadin Indonesia akan membuat strategic paper untuk pertumbuhan ekonomi Bali mencapai misalnya 8 persen. Terlebih, Gubernur Bali telah menyampaikan salah satunya yang menjadi fokus saat ini adalah infrastruktur juga sampah-sampah. 

"Mungkin nanti Kadin Indonesia bisa menghitung berapa kira-kira besarnya, untuk Provinsi Bali berapa yang dibutuhkan untuk infrastruktur, dimana saja, sehingga kita bisa membantu sedikit banyak menyampaikan kepada pemerintah pusat bahwa return on investment-nya bagus atau payback-nya bisa dihitung tidak terlalu lama dan efeknya kepada ekonomi ini juga besar," tandasnya. 

Sementara itu, Gubernur Bali, Wayan Koster mengucapkan ungkapan terima kasih kepada Ketua Umum Kadin yang sudah hadir ke Bali. 

"Kami menitip aspirasi juga kepada beliau karena bagaimanapun beliau punya koneksi dengan kawan-kawan di pemerintahan di pusat maupun juga di DPR, sehingga upaya kami untuk mempercepat pembangunan infrastruktur itu bisa mendapat dukungan lebih kuat," kata Koster. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.