SURYAMALANG.COM, KABUPATEN MALANG - Kelangkaan air bersih di SMA Taruna Nusantara, Desa Gampingan, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, berhasil diselesaikan oleh Bupati Malang, Muhammad Sanusi, bersama H Syamsul Hadi S Sos MM, Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Kanjuruhan (PDAM Kabupaten Malang).
Akhirnya, saat ini, tak ada lagi kelangkaan air bersih di SMA Taruna yang berdiri di atas lahan seluas 30 hektare (Ha) itu.
Memang, SMA yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu berada di dataran tinggi, atau bersebelahan dengan Gunung Geger.
Praktis, itu sulit dijangkau oleh jaringan pipa PDAM karena selain medannya sulit atau naik turun perbukitan, juga jaraknya cukup jauh dari sumber mata air.
Namun, berkat usaha gigih dari Bupati Sanusi, akhirnya saat ini, jaringan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) di SMA Taruna itu sudah teraliri air PDAM yang higienis.
Praktis, itu kini membuat siswa SMA Taruna dan pembinanya, yang tinggal di dalam asrama sekolah itu, bisa mandi dengan segar dan terbebas dari kelangkaan air bersih.
Baca juga: Dur Jadi Tersangka Perusakan Portal Bendungan Lahor Malang, Pengacara Siap Ajukan Praperadilan
"Alhamdulillah, sekarang airnya (PDAM) sudah mengalir lancar, bahkan jadi berkah juga buat warga sekitar SMA itu, karena bisa menikmati air bersih yang sama," tutur Bupati Sanusi kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu (25/4/2026).
Sementara, menurut Syamsul, untuk bisa memasang jaringan SPAM di SMA Taruna itu, dirinya bersama Bupati Sanusi harus berjuang keras ke pemerintah pusat.
Selain membuat proposal buat pengajuan untuk pemasangan jaringan SPAM dengan medan yang berat atau naik turun perbukitan, juga melobi Kementerian PU Cipta Karya.
"Akhirnya, dari Kementerian PU itu, dapat bantuan Rp 60 miliar, dari SPAM APBN. Itu kami pakai buat memasang jaringan SPAM di SMA Taruna," tutur Syamsul.
Untuk bisa menjangkau ke SMA Taruna, menurut Syamsul, itu diambilkan dari sumber Diyeng II, yang ada di Desa Sukorejo, Kecamatan Gondanglegi.
"Meski jaraknya cukup jauh atau sekitar 13 km ke SMA Taruna, namun tak ada masalah."
"Sebab, debit airnya cukup besar, yakni 250 liter per detik. Itu pasti tekanan airnya, yang didistribusikan ke sasaran, cukup deras juga."
"Itu semua berkat usaha Pak Bupati Sanusi, yang tak pernah lelah, untuk melobi pusat," ungkap Syamsul.
Rencananya, menurut Syamsul, pembangunan SPAM di SMA Taruna Nusantara itu akan diresmikan Presiden Prabowo Subianto, pada Juli 2026 nanti.
Itu bersamaan Presiden Prabowo Subianto meresmikan Sekolah Rakyat (SR), di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, yang ada di atas bukit itu.
Dipastikan, lanjut Syamsul, Bupati Sanusi bakal dapat pujian untuk kedua kalinya dari Presiden Prabowo.
"Saat peresmian SMA Taruna dulu (13 Januarib2026), pak bupati dapat pujian, lalu nanti juga pasti diacungi jempol lagi," paparnya.
Memang, keberadaan SMA Taruna Nusantara itu cukup jadi berkah buat warga Kecamatan Pagak.
Selain, desa sekitar sekolah itu mendadak jadi ramai bak kota kecil di atas bukit, yang dikelilingi perkebunan tebu, juga bisa meningkatkan taraf perekonomian.
Sebab, jika akhir pekan, sepertinya banyak orangtua, yang menyambangi anaknya. Itu terlihat dari banyaknya mobil lalu-lalang ke arah SMA itu, sehingga banyak warga yang membuka usaha di depan rumahnya. Seperti, berjualan makanan khas buat oleh-oleh.
"Akhirnya, kini warga sekitar SMA Taruna atau sekitar 5 desa di Kecamatan Pagak, dapat berkahnya dari pemasangan SPAM baru itu. Ada 3.000 rumah tangga kini sudah teraliri air bersih (SPAM) juga," pungkas Syamsul dengan bangga.
Baca juga: RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang Bakal Buka Pelayanan Stem Cell, Metode Perawatan Agar Wajah Glowing