Jakarta (ANTARA) - Juara dunia sementara (interim) kelas bantam super putri (53,5 kg) World Boxing Council (WBC) asal Australia, Skye Nicolson, fokus mempersiapkan "eksekusi sempurna" saat menjamu Mariah Turner di ring, Rabu (29/4) di Australia.

"Bertarung di depan pendukung sendiri memberi saya dorongan ekstra, tetapi fokus saya tetap pada eksekusi tinju yang sempurna," kata Skye Nicolson dikutip dari laman resmi WBC, Sabtu.

Nicolson akan menghadapi petinju Amerika Serikat yang berbahaya, Mariah Turner, dalam pertarungan yang menjanjikan bentrokan strategi tingkat tinggi.

Sejak menjadi petinju profesional, Nicolson telah membuktikan dirinya sebagai salah satu atlet paling disiplin dan brilian di atas ring. Setelah meraih kesuksesan di divisi kelas bulu (57,2 kg), kini dia memperkuat posisinya sebagai juara interim kelas 122 pon seusai kemenangan impresif atas petinju berpengalaman Yuliahn "Cobrita" Luna.

Kamp pelatihan Nicolson dirancang untuk mempertajam gaya bertarung teknis yang halus serta kontrol jarak yang menjadi kekuatannya. Tim Nicolson mengonfirmasi sang juara telah mencapai peningkatan dalam kecepatan kaki dan ketajaman membaca situasi, yang menjadikannya salah satu petarung paling sulit ditebak saat ini.

"Saya merasa lebih kuat dan lebih cerdas dari sebelumnya," ujar Nicolson.

Petinju Australia yang dikagumi karena kemampuannya menetralisasi agresivitas lawan melalui pembacaan pertarungan yang cerdas itu memasuki duel ini dalam puncak performa, dengan rekor 15 kemenangan (tiga KO) dan satu kekalahan.

Meski demikian, tantangan yang dihadapi Nicolson tidak ringan karena Turner datang dengan gaya agresif dan kekuatan pukulan yang berpotensi menguji pertahanan sang juara.

Turner yang membukukan rekor 12 kemenangan (enam KO) dan satu kekalahan, bertekad memanfaatkan laga ini untuk mengangkat kariernya ke level yang lebih tinggi. Dengan gaya bertarung ofensif dan mengandalkan power punch, Turner diyakini akan memberikan tekanan berbeda dibanding lawan-lawan Nicolson sebelumnya.

Namun, kepercayaan diri Nicolson menunjukkan ia siap mengubah tekanan tersebut menjadi peluang untuk melancarkan serangan balik dengan presisi tinggi.

Bagi Nicolson, mempertahankan sabuk Hijau dan Emas WBC di tanah Australia bukan hanya soal kebanggaan nasional, tetapi juga langkah penting menuju peluang pertarungan penyatuan gelar juara dunia absolut.