Perang Iran Disebut Ganggu Pasokan Senjata AS ke Ukraina, Zelensky Soroti Risiko Pertahanan Udara
Tegar Melani April 25, 2026 05:42 PM

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, memperingatkan bahwa konflik Iran berpotensi menimbulkan risiko bagi sistem pertahanan negaranya. 
Ia menyebut, jika perang berlangsung lama, Ukraina bisa kesulitan mendapatkan pasokan senjata dari Amerika Serikat.

Laporan Kyiv Post menyebut (24/4) Zelensky menjelaskan bahwa sejauh ini pasokan senjata memang belum terganggu. 

Namun, jumlah yang diterima masih terbatas karena kapasitas produksi Amerika Serikat yang tidak besar.

Ia menambahkan, Ukraina memperoleh sebagian persenjataan melalui program PURL. 

Skema tersebut memungkinkan negara-negara NATO untuk membantu pendanaan pembelian senjata bagi Kyiv.

Melalui program itu, Ukraina dapat membeli rudal anti-balistik untuk sistem pertahanan seperti Patriot, serta berbagai perlengkapan militer lain yang dinilai sangat penting.

Meski demikian, Zelensky menilai situasi di Timur Tengah, khususnya konflik Iran, menjadi tantangan tambahan yang berpotensi mengganggu pasokan tersebut.

Ia mengingatkan bahwa jika perang terus berlanjut atau gencatan senjata tertunda, maka risiko terhadap ketersediaan senjata akan semakin besar.

Menurutnya, kondisi tersebut bisa berdampak langsung pada kemampuan Ukraina dalam memperkuat sistem pertahanan udara, terutama dalam menghadapi ancaman rudal.

Di sisi lain, Ukraina juga menghadapi kendala pendanaan dalam meningkatkan produksi senjata dalam negeri. 

Sebelumnya, Uni Eropa telah menyetujui pinjaman sebesar 90 miliar euro atau sekira Rp1.620 triliun untuk membantu Kyiv, setelah sempat mengalami penundaan.

Zelensky menyebut, tanpa dukungan dana tersebut, kapasitas produksi senjata Ukraina tidak dapat dimaksimalkan. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.