Laporan Reporter Tribunjabar.id Rahmat Kurniawan
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kebutuhan hunian di Jawa Barat, khususnya di kawasan Bandung Raya, masih tergolong tinggi.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) pada Maret 2025, sekitar 2,1 juta rumah tangga di Jabar belum memiliki rumah tetap.
Sementara secara nasional, backlog perumahan masih berada di angka 9,6 juta pada tahun 2025.
Di tengah situasi tersebut, pembangunan kawasan hunian baru mulai bermunculan dengan berbagai konsep pengembangan.
Salah satunya, Perumahan Parahyangan Garden City yang berada di Jalan Nanjung, Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, yang dikembangkan di atas lahan sekitar 12 hektare dengan konsep kawasan terpadu.
Pengembangan ini dirancang dalam beberapa klaster, serta dilengkapi rencana area komersial untuk menunjang aktivitas penghuni.
"Semoga dengan hadirnya perumahan ini jadi alternatif pilihan bagi warga yang belum punya hunian, karena angka backlog kita masih besar," kata Direktur Utama Parahyangan Garden City, Samuel Koshan, Sabtu (25/4/2026).
Samuel Koshan menjelaskan, Konsep kawasan terpadu menjadi salah satu pendekatan yang kini banyak ditawarkan pengembang, dengan menggabungkan fungsi hunian dan fasilitas pendukung dalam satu lingkungan.
Selain itu, faktor aksesibilitas juga menjadi perhatian, mengingat lokasi kawasan ini terhubung dengan jalur menuju Tol Baros dan Tol Margaasih, serta berada di lingkungan yang telah memiliki fasilitas umum seperti sekolah dan layanan kesehatan.
Tahap awal pengembangan di kawasan ini mulai memasuki fase serah terima unit kepada konsumen.
Hal ini menandai dimulainya penghunian di kawasan tersebut, sekaligus menjadi bagian dari upaya menambah pasokan hunian di tengah tingginya kebutuhan rumah di wilayah Bandung Raya.
“Ini menjadi awal terbentuknya lingkungan hunian bagi para pembeli yang sudah melakukan akad sebelumnya. Harga kami pasti kompetitif. Tapi kita punya nilai lebih fasilitas dan kualitas," katanya.
Salah satu pembeli, Oki Riawan (38), mengaku telah menerima kunci rumah dan berencana segera menempati unitnya.
“Lokasinya dekat dengan tempat kerja, jadi memudahkan aktivitas sehari-hari,” katanya.