Banyumas Perluas Akses Belajar, Revitalisasi 34 Sekolah hingga Penyediaan Bus Gratis
Rustam Aji April 25, 2026 07:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Di tengah dorongan industrialisasi di berbagai daerah, Bupati Sadewo Tri Lastiono, justru menegaskan akan tetap berdiri menjadikan Kabupaten Banyumas dan Purwokerto menjadi kota pendidikan dan pariwisata. 

Pernyataan itu mengemuka dalam peresmian revitalisasi satuan pendidikan se-Kabupaten Banyumas, di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Sabtu (25/4/2026).

Bupati menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah beserta jajaran atas perhatian dan dukungan nyata terhadap pembangunan pendidikan di daerah. 

Khususnya melalui program revitalisasi satuan pendidikan.

Ia menegaskan, program ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2025 di Kabupaten Banyumas mencakup 34 satuan pendidikan lintas jenjang, mulai dari TK, SD, SMP, SMA hingga SMK. 

Kegiatan difokuskan pada rehabilitasi bangunan, pembangunan ruang baru, serta penyediaan fasilitas pendukung seperti laboratorium, perpustakaan, toilet, dan sarana sanitasi.

20260425-revitalisasi sekolah-bupati
PENDIDIKAN BANYUMAS - Bupati Sadewo Tri Lastiono saat mendampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, dalam acara Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan se-Kabupaten Banyumas bertema di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Sabtu (25/4/2026). 

Program ini didukung oleh anggaran APBN melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta dilaksanakan secara swakelola oleh panitia pembangunan satuan pendidikan. 

Baca juga: Anggaran Pemeliharaan Nihil, Rohmat Berjuang Rawat Candi Mataram Kuno di Kayen Pati

Hal ini memberikan ruang partisipasi luas bagi masyarakat, termasuk dalam penyerapan tenaga kerja.

Pelaksanaan program tersebut juga mengacu pada Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan, serta digitalisasi pembelajaran.

Dengan dasar itu, diharapkan layanan pendidikan menjadi lebih cepat, merata, dan berkeadilan.

Bupati menekankan keterlibatan masyarakat menjadi nilai penting dalam program ini. 

Selain mempercepat pembangunan, partisipasi masyarakat juga meningkatkan rasa memiliki terhadap sekolah, memperkuat tanggung jawab bersama dalam penyelenggaraan pendidikan, serta memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar.

Lebih jauh, keterlibatan tersebut turut membentuk karakter sosial siswa melalui lingkungan yang lebih peduli dan kolaboratif.

Di hadapan Menteri, Bupati juga menegaskan Banyumas tidak bercita-cita menjadi kawasan industri. 

Menurutnya, sejak dahulu Banyumas dikenal sebagai pusat pendidikan dan pariwisata.

Ia bahkan optimistis Purwokerto dan Banyumas dapat menjadi tujuan pendidikan kedua di Jawa Tengah. 

Pemerintah daerah juga telah menyiapkan lahan pembangunan sekolah rakyat dan sekolah terintegrasi, yang proposalnya telah diajukan dan diharapkan segera direalisasikan.

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat berbagai tantangan dalam pelaksanaan program.

Mulai dari potensi keterlambatan pekerjaan, kendala ketersediaan material, hingga perlunya penguatan pengendalian mutu dan administrasi.

Untuk itu, pemerintah daerah terus mendorong pengawasan ketat melalui monitoring rutin, percepatan pelaksanaan, serta penguatan komitmen seluruh pihak agar kegiatan berjalan tepat mutu, tepat waktu, dan akuntabel.

Baca juga: Solusi Cerdas Sawah Pesisir: Padi Biosalin di Jepara Mampu Hasilkan 7 Ton Meski Dihantam Rob

Sejalan dengan arah kebijakan pembangunan pendidikan, Pemerintah Kabupaten Banyumas juga mengimplementasikan sejumlah program pendukung melalui dinas terkait.

Salah satunya adalah program "Pasti Sekolah", yang dihadirkan sebagai komitmen memastikan tidak ada anak di Banyumas yang tertinggal dalam memperoleh akses pendidikan.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, pemerintah juga menghadirkan program bus sekolah gratis Banyumas. 

Program ini tidak hanya melayani siswa, tetapi juga guru, terutama di wilayah perbatasan dan daerah terpencil yang sulit dijangkau transportasi umum.

Selain meningkatkan akses, program ini juga bertujuan mengurangi beban biaya transportasi orang tua serta menekan penggunaan sepeda motor oleh pelajar di bawah umur yang belum memiliki izin mengemudi.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengungkapkan rencana penguatan peran penilik sekolah. 

Sebanyak 78 penilik akan mendapatkan motor operasional baru mendukung pendataan anak tidak sekolah dan peningkatan kualitas pendidikan.

Menariknya, anggaran pengadaan motor tersebut berasal dari efisiensi, termasuk jatah mobil dinas bupati yang tidak diambil selama masa jabatan.

"Duitnya dari mana? Salah satunya dari jatah mobil dinas bupati yang tidak saya ambil," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com.

Selain itu, program ini diharapkan memberikan dampak ekonomi yang luas, sekaligus meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidikan melalui kemudahan mobilisasi menuju lokasi tugas.

Baca juga: Legenda PSIS Emmanuel De Porras Kembali ke Semarang, Dapat Tugas Khusus

Bupati juga menyinggung pengembangan pendidikan nonformal melalui program PKBM.

Dalam program ini, pendidikan tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga keterampilan hidup.

Ia menambahkan skema insentif dalam program tersebut akan berbeda, dengan adanya tambahan dukungan sesuai kebutuhan.

Bupati menegaskan pembangunan pendidikan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh elemen masyarakat. 

Momentum peresmian ini, kata dia, menjadi langkah penting memperkuat komitmen dan kolaborasi demi masa depan generasi bangsa yang lebih baik.
(jti) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.