Alasan Persaingan Pencari Kerja di Bandung Semakin Ketat: Status Kota Terbuka dan Urbanisasi
Kemal Setia Permana April 25, 2026 08:46 PM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Status Kota Bandung sebagai kota terbuka ternyata memicu terjadinya lonjakan pencari kerja hingga akhirnya warga lokal harus bersaing dengan warga pendatang.

Tingginya angka pengangguran di Kota Bandung yang masih berada di angkat 7,4 persen dinilai tidak dapat dilepaskan dari karakteristik kota sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang terbuka.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan fenomena urbanisasi menjadi salah satu faktor utama meningkatnya persaingan tenaga kerja, apalagi jumlah penduduk usia produktif di Bandung mencapai 1,6 juta jiwa.

"Jadi berdasarkan data Laci RW, setiap RW di seluruh Kota Bandung rata-rata punya 60 kamar kos-kosan dan kontrakan. Asumsi saya yang ngontrak dan kos di Kota Bandung itu pasti usia produktif," ujarnya saat ditemui di Teras Sunda Cibiru, Sabtu (25/4/2026).

Baca juga: Fokus Benahi Bandung, Farhan Pastikan Kolaborasi dengan Pemprov untuk Percepat Penanganan

Farhan mengatakan di Kota Bandung ada 1.597 RW, maka jika dikali dengan jumlah kosan di setiap RW, artinya ada sekitar 100 ribu usia produktif dari luar Kota Bandung tinggal dan mencari pekerjaan di kota ini.
 
"Itu bentuk persaingan, tapi orang-orang yang berani datang ke Bandung tinggal di Bandung dan mencari pekerjaan di Bandung itu kualitasnya tinggi. Maka yang 1,6 orang jangan kalah," kata Farhan.
 
Atas hal tersebut, pihaknya menyediakan kesempatan warga Kota Bandung untuk mampu bersaing melalui pelatihan dan program magang, sehingga pihaknya juga sudah bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi.

Farhan menilai, persaingan pencari kerja in konsekuensi logis dari pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Namun, hal tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan ketersediaan lapangan kerja.

"Bandung ini seperti gula, ketika pertumbuhan ekonomi tinggi, maka pencari kerja datang seperti semut. Nah angka ini (pencari kerja) tentu saja merupakan angka yang wajar apabila tinggi," ucapnya.

Baca juga: Farhan Akui dan Legawa Disentil KDM Soal 1.500 Penyapu Sampah Tidak Efektif, Ungkap Alasan Sistem

Untuk mengatasi hal ini, Pemkot Bandung mendorong peningkatan investasi sebagai salah satu solusi utama. Hingga saat ini, kata Farhan, realisasi investasi di Kota Bandung telah mencapai sekitar Rp11 triliun, namun angka tersebut dinilai masih perlu ditingkatkan.

"Risiko dari laju pertumbuhan ekonomi tinggi, ya pasti menarik minat banyak pekerja. Artinya kita akan mendorong pengusaha membuka investasi di Bandung. Saya akan bicara ke Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu agar mempermudah investasi," ujar Farhan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.