AS Kepung Jalur Energi Dunia: Kapal Tanker Iran Dilarang Berlayar Tanpa Izin Angkatan Laut Amerika
Elvera Kumalasari April 25, 2026 08:12 PM

- Amerika Serikat kembali meningkatkan tekanan terhadap Iran dengan memperluas blokade angkatan laut hingga ke skala global.

Kebijakan ini disampaikan langsung oleh Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, yang menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari strategi militer untuk memaksa Teheran kembali ke meja perundingan nuklir. Dalam pernyataannya, Hegseth menyebut Iran kini dihadapkan pada pilihan sulit: menerima kesepakatan atau menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat akibat blokade berkelanjutan.

“Blokade semakin meluas dan mendunia, kapal Iran tidak ada yang berlayar dari Selat Hormuz tanpa izin dari Angkatan Laut Amerika Serikat,” ujar Menhan Pete Hegseth, mengutip dari First Alert. “Iran harus menerima kesepakatan nuklir atau menghadapi keruntuhan ekonomi yang semakin meningkat di bawah tekanan AS yang berkelanjutan,” imbuhnya.

Sebelum kebijakan diberlakukan, blokade awalnya berfokus di kawasan Teluk namun kini diperluas secara global. Hegseth menegaskan bahwa tidak ada kapal yang dapat melintas dari Selat Hormuz tanpa pengawasan Angkatan Laut AS. Bahkan, Komando Pusat AS atau US Central Command dilaporkan telah memaksa sedikitnya 34 kapal untuk berbalik arah sejak kebijakan ini diberlakukan.

Jenderal senior AS, Dan Caine, menegaskan bahwa kebijakan ini berlaku tanpa pengecualian. Kapal dari berbagai negara yang terhubung dengan Iran, baik menuju maupun berasal dari pelabuhan Iran, akan tetap dicegat. Langkah ini dilakukan untuk mengontrol seluruh jalur keluar-masuk logistik Iran, khususnya ekspor energi yang menjadi sumber utama pendapatan negara tersebut.

Dengan mengawasi kapal sejak keluar dari pelabuhan hingga ke laut lepas, Washington berupaya memastikan tidak ada celah bagi Iran untuk menghindari sanksi serta mencegah aktivitas penyelundupan dan distribusi ilegal minyak melalui jalur tidak resmi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.