Sosok Ferizka Utami Praktisi Pijat Totok Sirih Asal Palembang yang Jadi Sorotan karena Terapi Bayi
Indry Panigoro April 25, 2026 08:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Nama Ferizka Utami, yang dikenal sebagai Ibu Ika, tengah menjadi perbincangan publik.

Sosok Ferizka Utami,ramai disorot setelah video yang memperlihatkan dirinya melakukan pijat “totok sirih” pada bayi hingga menangis tersebar luas di media sosial.

Alih-alih mendapat apresiasi, praktik tersebut justru menuai kritik keras, terutama dari kalangan tenaga kesehatan.

Ferizka Utami bukan sosok baru dalam praktik pengobatan alternatif.

Ia diketahui mengelola Rumah SiriH Palembang yang disebut telah beroperasi sejak 2012, sehingga praktiknya sudah berjalan lebih dari satu dekade.

Perkembangannya sempat membuatnya membuka cabang di Jakarta pada 2022.

Namun, berdasarkan informasi di akun Instagram miliknya, cabang tersebut saat ini tidak lagi beroperasi.

Dengan jumlah pengikut lebih dari 56 ribu di media sosial, Ferizka aktif membagikan konten terkait metode terapi yang ia jalankan, termasuk dokumentasi dan testimoni pasien melalui berbagai platform seperti YouTube.

Awal Mula Pijat Totok Sirih

Dalam sebuah tayangan televisi pada 2023, Ferizka menjelaskan bahwa metode yang digunakan merupakan bentuk acupressure atau terapi titik saraf.

Ia menyebut kemampuannya sebagai sesuatu yang tidak dipelajari secara formal, melainkan merupakan bakat turunan.

"Kalau ditanya belajarnya dari mana, ya nggak tahu dari mana. Jadi gini, itu nggak ada ilmu yang harus dipelajari, nggak ada ilmu yang harus kita amalkan juga. Jadi itu benar-benar gift keturunan," ujar Ibu Ika saat tampil dalam program Pagi Pagi Ambyar Trans TV pada 18 Oktober 2023.

Ia mengaku telah merasakan kemampuan tersebut sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, namun baru mengembangkannya setelah mencoba membantu anggota keluarga yang sakit.

Menurutnya, praktik tersebut mulai dikenal luas setelah ada anggota keluarga dengan penyakit kronis yang disebutnya sembuh, sehingga informasi menyebar dari mulut ke mulut.

Terkait penggunaan daun sirih, Ferizka menjelaskan bahwa bahan tersebut dijadikan media dalam terapinya karena memiliki kandungan antiseptik alami.

Ia meyakini daun sirih dapat membantu proses “menarik” penyakit dari tubuh pasien melalui metode yang ia lakukan.

"Daun sirih itu kan ada antiseptiknya, jadi media Ika nyedot penyakit itu pakai daun sirih. Tanpa yang lain, Ika bisa lihat penyakitnya tersedot di situ," ungkapnya lebih lanjut.

Viral Pijat Bayi Tuai Kecaman

Belum lama ini, tindakan Ferizka Utami memicu reaksi keras dari Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim Basarah Yanuarso. Tidak tanggung-tanggung, dr. Piprim menyebut tindakan tersebut sebagai perbuatan yang "jahat" dan mendesak masyarakat untuk melaporkannya ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

"Ih jahat amat orang ini. Laporkan ke KPAI dong @kpai," kata dr. Piprim.

Beberapa dokter dan tenaga kesehatan lain turut mengomentari aksi tersebut. Para dokter dibuat gusar dengan dugaan penyiksaan terhadap bayi dalam praktik tersebut.

"Anaknya pules karena capek nangis, bukan nyaman badannya kak. Sini sama Bu Bidan pijat yuk, kasihan sekali kamu nak," tulis bidan Lita Yusnitika.

"Memangnya ada izin?" tanya dokter anak dr. Lucky.

"Tll kabeh, sumpah sorry banget dek kamu harus dapet ortu tll gitu, nanti kalo dah gede liat video ini ya," tulis dr. Rizki Rahmadi Hutomo.

Respons Setelah Ditegur Dokter Anak

Menanggapi badai kritik tersebut, Ferizka Utami tampak bergeming. Alih-alih memberikan klarifikasi medis, ia memilih untuk mengunggah testimoni keberhasilan dari para pasien setianya.

Salah satu pembelaan datang dari pasien bernama Hesty, yang mengklaim anaknya sembuh dari tumor tulang pada tahun 2019 setelah menjalani terapi tersebut.

Berkat pengobatan Ibu Ika, Hesty mengklaim anaknya jadi sembuh tanpa operasi.

"Memang secara logika dan sudut pandang kedokteran tidak masuk akal, dan alhamdulillah anak saya sembuh dan sehat. Setiap orang memang memiliki hak untuk memilih jalan ikhtiar masing-masing. Salam sehat selalu. Info saja pasien anak-anak beliau banyak dari penyakit yang sulit sampai penyakit yang umum/biasa dan alhamdulillah cocok semua," tulis akun Hestyasmawati.

Sementara Ibu Ika tidak menggubris teguran secara langsung, dr. Piprim akhirnya bertindak dengan menghubungi tim IDAI di Sumatera Selatan.

Kabarnya, tim dokter anak di Sumsel dijadwalkan akan mendatangi tempat praktik Ibu Ika untuk melakukan peninjauan lebih lanjut.

"Mohon maaf guys, rencana kunjungan agar lebih optimal digeser besok pagi. Enggak jadi tadi sore. Doakan ya," ujar dr. Piprim dalam akun Threads miliknya. (*)

Sumber: Tribun Sumsel

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.