DPRD Jombang Telusuri Fakta Baru Kelahiran Bung Karno di Ploso
Ndaru Wijayanto April 25, 2026 08:32 PM

 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Anggit Pujie Widodo

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jombang mulai menindaklanjuti temuan terkait dugaan lokasi kelahiran Presiden pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno.

Melalui pertemuan bersama Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) dan sejumlah pegiat sejarah, DPRD menggali informasi baru yang menyebutkan Bung Karno kemungkinan lahir di wilayah Ploso, Jombang.

Audiensi tersebut digelar di ruang khusus DPRD Jombang pada Kamis (23/4/2026) kemarin dengan melibatkan berbagai pihak di antaranya Ketua TACB Nasrul Ilah, anggota TACB Arif Yulianto, inisiator Titik Nol Soekarno Binhad Nurrohmat, Pembina Situs Persada Soekarno Kediri, R.M Kuswartono, serta penelusur sejarah Moch. Faisol.

Dari unsur legislatif, hadir Wakil Ketua DPRD Octadella Billytha Permatasari bersama jajaran Komisi D.

Dalam forum itu, TACB menyerahkan hasil kajian terkait situs yang diyakini sebagai tempat kelahiran Bung Karno di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso. Selain itu, sejumlah peneliti juga menyerahkan buku yang memuat penelusuran sejarah tokoh proklamator tersebut.

Wakil Ketua DPRD Jombang, Octadella Billytha Permatasari, menyatakan pihaknya menerima berbagai temuan yang mengindikasikan adanya kemungkinan baru terkait lokasi kelahiran Bung Karno.

Baca juga: Tegaskan Bung Karno Lahir di Ploso, Sejarawan di Jombang Usulkan Wisata Rumah Kelahiran Sukarno

Menurutnya, selama ini sejarah resmi mencatat Surabaya sebagai tempat kelahiran, namun data dari Jombang membuka ruang kajian lanjutan.

"Perlu ada pendalaman bersama karena muncul dua versi yang berbeda. Ini harus dikaji secara akademis agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan," ucap wanita yang akrab disapa Mbak Della ini dalam keterangan yang diterima Tribunjatim.com pada Sabtu (25/4/2026).

DPRD, lanjutnya, akan mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang untuk menjalin komunikasi dengan Pemerintah Kota Surabaya guna mempertemukan kedua perspektif tersebut.

"Upaya ini diharapkan mampu menghasilkan kesepahaman berbasis data ilmiah," ujarnya melanjutkan.

Selain itu, DPRD juga meminta Disdikbud mengawal surat yang telah diajukan ke Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia serta berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI.

Sebagai langkah lanjutan, DPRD berencana meninjau langsung lokasi yang disebut sebagai titik kelahiran Bung Karno di Gang Buntu, Desa Rejoagung, guna melihat bukti-bukti yang telah dihimpun para peneliti.

Baca juga: Peneliti Jombang Telusuri Jejak Kelahiran Bung Karno di Ploso Jombang Selama 10 Tahun

"Kami akan tinjau langsung lokasi yang memang disebut sebagai titik kelahiran Bung Karno," katanya.

Ketua TACB Jombang, Nasrul Ilah, menilai pertemuan tersebut menjadi awal yang baik dalam mendorong percepatan pengungkapan sejarah. Ia menekankan pentingnya mempertemukan pihak Jombang dan Surabaya untuk membahas temuan secara terbuka.

"Kami merasa sangat perlu, agar dari Surabaya dan juga Jombang duduk bersama membahas temuan ini secara terbuka," ungkap pria yang kerap disapa Cak Nas dan merupakan adik kandung Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun ini.

Sementara itu, R.M. Kuswartono menyebut hasil penelusuran yang dilakukan pihaknya telah menemukan sejumlah artefak dan dokumen pendukung.

"Data tersebut memperkuat narasi bahwa Bung Karno lahir di Jombang, bukan semata berdasarkan cerita lisan keluarga," bebernya.

Ia pun berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang segera menetapkan situs tersebut sebagai lokasi bersejarah.

Menurutnya, kejelasan mengenai tempat kelahiran tokoh sebesar Bung Karno penting untuk menjawab pertanyaan publik, baik di tingkat nasional maupun internasional.

"Sudah saatnya hal ini dipastikan secara ilmiah. Jangan sampai sejarah tokoh besar bangsa masih menyisakan perdebatan," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.