TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan seorang warga Desa Bungamekar, I Nyoman Rame (49) yang hilang saat mancing di perairan Pantai Klibun, Nusa Penida.
Setelah dua hari dilakukan penyisiran di perairan Nusa Penida, Nyoman Rame ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (25/4/2026).
Sejak pagi, Tim SAR Gabungan sudah bergerak menyisir sejumlah titik di sekitar lokasi kejadian.
Diawali dengan briefing pukul 06.00 WITA, personel langsung membagi area pencarian dan menyusun strategi pergerakan.
Baca juga: HUT Ke-9 AMSI Bali Kumpulkan 33 Kantong Darah
Menggunakan perahu karet cepat (RIB), tim bertolak dari Pelabuhan Sampalan menuju perairan Kelingking.
Namun hingga menjelang siang, hasil pencarian belum membuahkan titik terang.
Tim sempat merapat di kawasan Jungut Batu, Nusa Ceningan, sebelum kembali melanjutkan penyisiran pada siang hingga sore hari.
Kondisi medan yang sulit dijangkau, ditambah gelombang tinggi dan angin yang berubah-ubah, menjadi tantangan utama selama operasi berlangsung.
Titik terang baru muncul menjelang malam. Sekitar pukul 17.50 WITA, warga melaporkan melihat sosok mengapung di laut, tidak jauh dari lokasi awal korban dilaporkan hilang.
Baca juga: 6 Rekomendasi Tablet Rp3-4 Jutaan Terbaru 2026, Pad Mid-Level yang Cocok Buat Para Gamer
"Kami menerima informasi dari warga bahwa korban mengapung tidak jauh dari lokasi kejadian," ungkap Koordinator Unit Siaga SAR Nusa Penida, Cakra Negara, Sabtu (25/4/2026).
Informasi itu langsung ditindaklanjuti tim SAR yang bergerak cepat menuju lokasi.
Sekitar pukul 19.15 WITA, korban akhirnya berhasil ditemukan pada jarak kurang lebih 800 meter dari titik kejadian.
Jenazah kemudian dievakuasi ke darat dan dibawa menggunakan ambulans menuju fasilitas kesehatan untuk penanganan lebih lanjut.
Sebelumnya, korban diketahui tengah memancing bersama anaknya di Pantai Klibun yang masih satu kawasan dengan Pantai Klingking pada Jumat (24/4/2026) dini hari.
Saat itu, ombak besar tiba-tiba menghantam dan diduga menyeret korban hingga jatuh ke laut.
Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Tim SAR Nusa Penida, TNI AL, kepolisian, BPBD, hingga masyarakat setempat yang turut membantu proses pencarian sejak hari pertama. (mit)