Renungan Harian Kristen 27 April 2026 - Waspada: Tragedi Keluarga!
Suci Rahayu PK April 25, 2026 10:11 PM

Renungan Harian Kristen 27 April 2026 - Waspada: Tragedi Keluarga!

Bacaan ayat: Hakim-hakim 9:5 (TB)  Ia pergi ke rumah ayahnya di Ofra, lalu membunuh saudara-saudaranya, anak-anak Yerubaal, tujuh puluh orang, di atas satu batu. Tetapi Yotam, anak bungsu Yerubaal tinggal hidup, karena ia menyembunyikan diri. 

Oleh Pdt Feri Nugroho

 

Bagi seorang anak, keluarga adalah tempat yang paling aman dan nyaman. Segala kebutuhannya dipenuhi, ia akan terlindungi dari bahaya apapun.

 Itulah yang akan diupayakan oleh setiap anggota keluarga. Bahkan koloni Gajah tahu cara melindungi anaknya yang rentan untuk dimangsa predator.

Dalam situasi terancam, anak Gajah akan dikelilingi oleh Gajah dewasa lainnya, demi menjaganya tetap aman. 

Ada anak yang memenjarakan orang tuanya. Ada kakak yang membunuh adiknya. Ada pasangan yang berlaku kasar pada pasangannya.

Ironis bukan? 

Ternyata Alkitab pun menceritakan hal yang senada. Abimelekh dengan brutal membunuh tujuh puluh orang saudaranya.

 Bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi?

Mengapa Abimelekh bisa setega itu? 

Kekuasaan!

Ya, karena kekuasaan. Ia berambisi untuk menjadi raja dan berupaya melanggengkan kekuasaannya dengan cara meniadakan pihak yang berpotensi akan merongrong. 

Demi kekuasaan, segalanya bisa dikorbankan, termasuk ikatan keluarga. Miris bukan? 

Kisah Abimelekh menjadi peringatan serius bagi kehidupan kita hari ini. Darah memang lebih kental dari air.

Seharusnya ikatan keluarga lebih kuat dari apapun. Masalahnya, kepentingan dan keuntungan menjadi hal dominan untuk dipertimbangkan. Tidak ada istilah rugi dalam hal ekonomi. 

Dulu mungkin harga barang bisa lebih rendah ketika terjadi transaksi antar keluarga. Namun sekarang orang sulit berfikir demikian.

Bahkan menganggap ikatan keluarga justru menjadi perusak perekonomian. Bayangkan, jika harga menjadi lebih murah ketika transaksi antar keluarga, bukankan itu merugikan?

Bisnis itu perlu keuntungan. 

Jika bisnis rugi maka hanya menunggu waktu untuk gulung tikar. Sebuah argumentasi yang paling masuk akal! 

Dalam hal ini diperlukan kecerdasan dalam bertindak dan bijak dalam memutuskan. Hidup itu bukan tentang perhitungan untung rugi semata.

Kehidupan itu tentang karya Tuhan dalam kehidupan. 

Lembaga pertama yang Allah rancang ialah keluarga: Adam dan Hawa.

Karya penyelamatan Allah dalam sejarah juga hadir dalam keluarga: Abraham, Ishak, Yakub. Yesus Kristus juga hadir dalam keluarga: Yusuf dan Maria. 

Betapa sentralnya sebuah keluarga dalam karya penyelamatan Allah. 

Waspadai, agar keluarga jangan menjadi tempat yang aman untuk menyakiti. Berdamai menjadi kata kunci, agar karya penyelamatan Allah terus dinyatakan. Amin.

   Renungan Kristen oleh Pdt Feri Nugroho, GKSBS Siloam Palembang

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.