Renungan Harian Kristen 26 April 2026 - Tuhan Adalah Gembalaku
Suci Rahayu PK April 25, 2026 10:11 PM

Renungan Harian Kristen 26 April 2026 - Tuhan Adalah Gembalaku

Bacaan ayat: Mazmur 23:1 (TB)  Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. 

Oleh Pdt Feri Nugroho

 

Sebuah point dasar yang membentuk iman Kristen ialah iman yang lahir dalam pengalaman kehidupan.

Dari pengalaman tersebut, iman Kristen dirumuskan dalam rangka pengajaran kepada generasi berikutnya.

Hasil setiap rumusan akan disandingkan dengan rumusan yang lain hingga akhirnya menemukan sebuah pernyataan iman bahwa Allah yang disembah dalam Yesus Kristus adalah kebenaran yang sejati.

 Dalam proses tersebut tidak bisa dihindari bahwa setiap orang bisa saja memiliki rumusan yang berbeda, bergantung pada konteks dan kehidupan yang dijalani.

Itu sebabnya setiap rumusan akan diuji oleh rumusan yang lain, demi menemukan kebenaran yang sejati. 

Itu sebabnya Alkitab sebagai rumusan iman dari empat puluh orang dalam kurun waktu 1500 tahun, berproses untuk menemukan Tuhan yang berkarya didalamnya. 

Sebelum tampil sebagai seorang raja, Daud adalah seorang gembala. Dia paham tentang tanggung jawab seorang gembala.

 Gembala mempunyai tugas jasmani untuk menyiapkan makanan dan minuman bagi domba-domba.

Dalam pengembaraan padang gurun, seorang gembala perlu paham rute yang akan dilaluinya demi dombanya berkecukupan dengan makanan dan minuman yang diperlukan. 

Ancaman akan selalu ada. Kawanan Srigala akan menjadi predator alami bagi Domba.

Untuk itu diperlukan keberanian seorang gembala untuk menjaga domba-dombanya sedemikian rupa agar terlindungi dengan baik.

Gada dan tongkat menjadi senjata andalan untuk mengusir segala ancaman yang mungkin terjadi. 

Konteks itulah yang membuat Daud ketika menjadi raja menampilkan Allah dengan kalimat, "TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku."

Rumusan ini lahir dalam pengalaman hidupnya sebagai seorang gembala. Jika kehidupan personalnya sedemikian hebat sebagai seorang gembala, maka demikian juga Tuhan bagi kehidupannya. 

Rumusan tersebut lahir dalam pengalaman nyata. Bukan semata-mata tentang ide atau gagasan, namun tentang Tuhan yang berkarya dalam kehidupannya. 

Pernyataan iman tersebut membawa dampak yang mendalam terkait pengenalannya akan Tuhan.

 Bahwa Tuhan beranugerah; Tuhan yang bertindak; Tuhan yang memahami; Tuhan yang berjaya; Tuhan yang peduli; Tuhan yang melindungi dan memberikan jaminan penyertaan dalam segala waktu.

Percaya kepada Tuhan yang demikian, bukankah cukup untuk merasa aman? Bukankah kehidupan seharusnya dapat dijalani dengan ketenangan? 

Benar, bahwa Dia adalah Tuhan yang terus berkarya, seperti seorang gembala kepada dombanya. 

Hari ini bagi para gembala tentu lebih mudah untuk memahami rumusan iman Daud. Namun bagi yang lain, bisa jadi akan ada banyak kesulitan.

Meskipun demikian, Roh Kudus akan menolong kita untuk paham tentang Tuhan yang selalu memberikan jaminan perlindungan.

 Ini pengajaran universal yang meyakinkan kita hari ini dalam mengarungi bahtera kehidupan. Percayalah, bahwa Tuhan tidak pernah berubah. Ia akan tampil sebagai Pelindung yang berotoritas atas kehidupan kita hari ini. Amin.

   Renungan Kristen oleh Pdt Feri Nugroho, GKSBS Siloam Palembang

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.