Al Ahli Pertahankan Status Raja Asia usai Sikat Wakil Jepang di Final Liga Champions Asia
Bonifasius Anggit Putra Pratama April 26, 2026 04:33 AM

INSTAGRAM @ALAHLICLUB.SA
Al Ahli berhasil menjuarai kembali Liga Champions Asia usai menang 1-0 atas wakil Jepang, Machida Zelvia di final.

BOLASPORT.COM - Al Ahli berhasil mempertahankan status "Raja Asia" usai menyikat wakil Jepang, Machida Zelvia di final Liga Champions Asia.

Gelar AFC Champions League Elite tetap menjadi milik Al Ahli pada akhirnya.

Klub asal Arab Saudi tersebut sukses mempertahankan gelar juara usai menumbangkan wakil Jepang, Machida Zelvia, di partai puncak.

Dalam laga yang dihelat di Stadion King Abdullah Sports City, Sabtu (25/4/2026) malam waktu setempat, pasukan Matthias Jaissle berhasil meraih kemenangan tipis 1-0.

Menghadapi klub yang promosi ke J1 League pada 2023 itu, Al Malaki justru dibuat kerepotan.

Padahal materi pemain yang dimiliki mereka jauh lebih mentereng karena diperkuat nama-nama seperti Eduoard Mendy, Franck Kessie, Riyad Mahrez, Ivan Toney, dan Wenderson Galeno.

Namun, Al Ahli dibuat buntu selama 2x45 menit lantaran skor pertandingan tetap 0-0.

Hanya saja mereka dianggap tidak beruntung karena harus kehilangan satu pemain, yakni Zakaria Hawsawi yang dikartu merah pada menit ke-68.

Perlawanan hebat lantas ditunjukkan Zelvia yang unggul jumlah pemain.

Akibat skor tetap 0-0, laga harus berlanjut ke babak extra time.

Di babak perpanjangan waktu, Dewi Fortuna menjadi milik wakil Arab Saudi.

Paruh pertama extra time mampu dimaksimalkan oleh Al Ahli karena gol tercipta pada menit ke-97.

Firas Al Buraikan menjadi pahlawan bagi timnya berkat gol semata wayangnya ke gawang Zelvia.

Berawal dari umpan silang Mahrez ke kotak penalti, bola sempat mengenai kaki Kessie.

Bola muntah segera disambar oleh Al Buraikan yang selesai melakukan duel udara dengan pemain Machida Zelvia.

Sepakan kilat kaki kirinya di depan gawang tak bisa dibendung oleh Kosei Tani.

Gol dari Al Buraikan tersebut sudah cukup bagi Al Ahli untuk mengamankan trofi Liga Champions Asia secara berturut-turut.

Ini menjadi sejarah tersendri bagi Al Malaki.

Mereka mengikui jejak klub Negeri Minyak lainnya, yakni Al Ittihad yang mendominasi Liga Champions Asia pada edisi 2003-2004 dan 2004-2005.

Jaissle selaku pelatih juga mencatatkan sejarah tersendiri karena berhasil mengantarkan klub meraih gelar back to back di kompetisi elite Asia tersebut.

Tetap menjadi Raja Asia bukanlah perkara mudah bagi Al Ahli.

Selama 21 tahun, nyaris tidak ada satu klub yang bisa mempertahankan status juara di Liga Champions Asia.

Barulah pada edisi 2025-2026 Al Ahli berhasil menghapus kutukan tersebut.

Untuk bisa mengukir pencapaian tersebut, perjalanan Kessie dkk. tidaklah mudah.

Al Ahli harus susah payah menyingkirkan Al Duhail dengan skor 1-0 lewat perpanjangan waktu di babak 16 besar.

Selanjutnya mereka secara dramatis berhasil menyingkirkan wakil Malaysia, JDT di perempat final.

Menghadapi JDT, juara 9 kali Liga Arab Saudi itu sempat bermain dengan 10 orang dan tertinggal lebih dulu sebelum berbalik menang 2-1.

Di semifinal, lawan berat dihadapi mereka ketika harus berhadapan dengan wakil Jepang sebelum Zelvia, Vissel Kobe.

Momennya mirip saat menghadapi JDT karena tim Negeri Minyak meraih kemenangan comeback 2-1.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.