TRIBUNNEWS.COM - Al Ahli kembali menegaskan dominasinya di Asia setelah sukses mempertahankan gelar Liga Champions Asia Elite 2025/2026.
Al Ahli meraih back to back juara setelah menang dramatis 1-0 atas tim Jepang, Machida Zelvia dalam final, Sabtu (25/4/2026) malam.
Duel di King Abdullah Sports City, Jeddah itu berjalan alot sampai membutuhkan babak tambahan waktu 2x15 menit.
Gol penentu kemenangan lahir pada menit ke-96 melalui Firas Al-Buraikan, yang masuk sebagai pemain pengganti dan langsung menjadi pahlawan.
Ia memaksimalkan bola liar di kotak penalti dengan sepakan keras yang tak mampu dibendung kiper lawan.
Kemenangan ini terasa istimewa karena Al Ahli menjadi tim kedua dalam hampir seperempat abad yang mampu meraih gelar secara beruntun.
Baca juga: Cristiano Ronaldo Makin Akrab Keluar Lapangan Lebih Awal di Al Nassr
Terakhir kali pencapaian serupa terjadi pada 2004 dan 2005, yakni dilakukan rival mereka, Al Ittihad.
Kini, setelah lebih dari dua dekade berlalu, rekor tersebut ditulis ulang Al Ahli.
Keberhasilan ini semakin luar biasa karena Al Ahli harus bermain dengan 10 orang selama hampir satu jam setelah Zakaria Hawsawi menerima kartu merah di emnit 68'.
Meski dalam tekanan, Al Ahli tim asuhan Matthias Jaissle tetap mampu bertahan dan mencuri momen kemenangan.
Pertandingan final Al Ahli vs Machida Zelvia sendiri berjalan ketat dengan minim peluang bersih.
Machida, yang tampil impresif sepanjang turnamen, mampu memberikan perlawanan seimbang.
Tim yang baru debut di Liga Champions Asia Elite ini bahkan nyaris mencetak gol di waktu normal saat unggul jumlah pemain.
Namun pengalaman menjadi pembeda. Pemain-pemain bintang seperti Riyad Mahrez dan Franck Kessié memainkan peran penting dalam proses gol kemenangan, sebelum akhirnya diselesaikan oleh Al-Buraikan.
Di sisi lain, kiper Edouard Mendy juga tampil solid di bawah mistar, termasuk menggagalkan peluang krusial di penghujung laga yang memastikan kemenangan tetap bertahan.
Baca juga: Kejutan Liga Champions Asia: Dongeng Indah Debutan Jepang, Tatap Final Lawan Juara Bertahan Al Ahli
Gelar ini sekaligus menegaskan status Al Ahli sebagai kekuatan baru di sepak bola Asia. Beberapa pemain mereka bahkan kini mencatatkan diri sebagai juara Asia dua kali beruntun.
Meski bukan kemenangan paling dominan, performa penuh determinasi ini menunjukkan mental juara Al Ahli.
Dalam laga penuh tekanan, mereka membuktikan bahwa ketahanan dan efektivitas menjadi kunci untuk kembali mengangkat trofi.
Menariknya, sejak kompetisi berganti format menjadi Liga Champions Asia Elite, Al Ahli selalu keluar sebagai juara.
Mereka juga sebelumnya meraih gelar perdana pada 2025 setelah mengalahkan klub Jepang lainnya, Kawasaki Frontale.
Dengan tambahan trofi ini, Al Ahli kini masuk jajaran tim dengan koleksi gelar terbanyak di kompetisi, sejajar dengan beberapa klub besar Asia seperti Al Ittihad dan Al Hilal, meski masih di bawah Urawa Red Diamonds yang memimpin dengan tiga gelar.
(Tribunnews.com/Tio)