Investor Minati 3 Blok Migas Aceh, dari Jepang hingga Malaysia
Nur Nihayati April 26, 2026 07:03 AM

 

Laporan wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir I Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sejumlah investor atau perusahaan migas menaruh minat untuk masuk mengelola pada tiga blok migas yang ada di wilayah Aceh, baik offshore maupun onshore. 

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Nasri Djalal, beberapa waktu lalu.

Menurut Nasri, perusahaan atau investor yang melirik potensi migas Aceh merupakan perusahaan asing hingga perusahaan lokal. 

Hal ini menunjukkan bahwa potensi migas Aceh masih sangat menjanjikan dan kembali mendapat kepercayaan investor, baik dari dalam maupun luar negeri.

Baca juga: BPMA, Sucofindo, dan Surveyor Kolaborasi Verifiasi TKDN pada Kegiatan Migas

Ia menyebutkan, beberapa investor yang telah menyatakan minat untuk berinvestasi pada blok migas di Aceh, di antaranya konsorsium Jepang yang terdiri atas JAPEX (Japan Petroleum Exploration Co., Ltd.) dan JOGMEC (Japan Oil, Gas and Metals National Corporation). 

Mereka melirik potensi migas di Blok Andaman III yang berada di lepas pantai Pidie Jaya. Perusahaan asal Jepang tersebut tertarik pada blok yang sebelumnya dikelola Repsol tersebut.

Selain itu, terdapat Blok Lhokseumawe yang kontraknya dengan Zaratex telah berakhir. 

Kini, blok lepas pantai tersebut dilirik oleh perusahaan lokal, PT Energi Hijau, yang akan melakukan studi bersama (joint study) dengan perusahaan asal Malaysia, Barakah Petroleum.

Terakhir, terdapat Blok South Block A (SBA) yang berada di Aceh Timur. Blok ini kini diminati oleh BUMD milik Pemerintah Aceh, PT Pembangunan Aceh (PEMA), untuk mengelola. 

Sebelumnya, blok ini sempat hilang dari peta migas Indonesia karena digabungkan dengan Blok Meuligoe, menjadi Blok Meuseuraya dan bahkan sempat masuk dalam daftar lelang Kementerian ESDM.

Namun, melalui perjuangan panjang dan lobi BPMA, blok tersebut kembali muncul dan kini ditawarkan kepada PEMA. Perusahaan daerah itu pun menyatakan minat untuk mengelolanya.

"Kondisi ini menunjukkan bahwa potensi migas Aceh masih sangat menjanjikan dan mulai kembali dipercaya oleh investor," ujar Nasri Djalal di Banda Aceh pekan lalu.

Nasri mengungkapkan, masuknya investor dari berbagai latar belakang membuktikan bahwa iklim investasi migas di Aceh semakin membaik.

Pihaknya akan terus memberikan dukungan guna menjaga kepercayaan investor agar segera berinvestasi di Aceh, terlebih Indonesia saat ini sedang mengejar target peningkatan pasokan energi.

Minat dari tiga investor tersebut juga semakin menegaskan posisi Aceh sebagai bagian dari pertumbuhan energi nasional.(*)

Baca juga: Didampingi BPMA, Seruni Kabinet Merah Putih Salurkan Bantuan Bencana ke Bireuen dan Pijay

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.