TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Empat kendaraan terlibat dalam kecelakaan beruntun di Jalan Raya Gusti Sulung Lelanang, Desa Pasir KM 71.500, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Jumat 24 April 2026 sekitar pukul 05.00 WIB.
Peristiwa tersebut melibatkan empat kendaraan, yakni satu unit tronton concrete pump atau mobil pompa beton serta tiga kendaraan truk lainnya.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Mempawah, Ipda Yogi Permana, menjelaskan kecelakaan bermula saat satu kendaraan tronton concrete pump dalam kondisi parkir di pinggir jalan.
"Pada hari Jumat tanggal 24 April 2026 sekitar pukul 05.00 WIB telah terjadi laka lantas beruntun di Jalan Raya Gusti Sulung Lelanang, Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat 24 April 2026.
Ia mengungkapkan, kendaraan yang parkir tersebut kemudian dihantam oleh tiga kendaraan truk yang datang dari arah yang sama.
"Kendaraan tronton concrete pump yang sedang parkir di pinggir jalan, kemudian datang tiga kendaraan dari arah bersamaan, sehingga terjadi kecelakaan beruntun," jelasnya.
• Ketua DPRD Mempawah Minta Pemkab Transparan Soal Rencana Tata Ruang, Dorong Daya Tarik Investasi
Kendaraan yang terlibat masing-masing dikemudikan oleh Slamet (54), Husnul Kholik (25), Ahmad (27), dan Afrika Fiqkry (22).
Meski kecelakaan tergolong cukup parah, Ipda Yogi memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.
"Untuk korban jiwa nihil, dan seluruh pengemudi tidak mengalami luka," tegasnya.
Saat ini, pihak kepolisian telah melakukan sejumlah langkah penanganan, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), pengaturan arus lalu lintas, hingga pengamanan barang bukti.
"Kami juga telah melakukan pengecekan kondisi korban, mencari saksi-saksi, serta membuat laporan polisi," jelasnya.
Lebih lanjut, pihaknya akan melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap para saksi guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut.
"Untuk tindak lanjut, kami akan melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan melaporkan kejadian ini melalui sistem yang berlaku serta kepada pimpinan secara berjenjang," tutupnya.
• Identitas Sopir Kecelakaan Beruntun di Mempawah: Slamet, Kholik, Ahmad dan Fiqkry
Kepala Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup (Dishub LH) Kabupaten Mempawah, Raja Fajar Azansyah menyebut telah lama menyoroti kondisi penerangan di kawasan Desa Pasir.
Ia mengatakan, koordinasi dengan pihak Bapperida sudah dilakukan terkait kebutuhan penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah titik yang dinilai rawan.
"Kalau untuk penerangan jalan, kami sudah bicarakan dengan Bapperida bahwa di Desa Pasir ada titik yang perlu diberikan penerangan atau PJU, dan sebelum saya sebagai Kadishub memang sering terjadi laka," ujar Raja Fajar Azansyah, saat dihubungi.
Menurutnya, pascakejadian ini pihaknya kembali melakukan pembahasan teknis bersama bidang sarana dan prasarana untuk langkah cepat di lapangan, termasuk kemungkinan pemasangan PJU sementara.
"Dengan kejadian ini, tadi saya bersama kawan-kawan Sapras berdiskusi, jika memungkinkan dibantu PJU sementara beberapa titik. Itu yang kita ikhtiarkan, insyaallah," tambahnya.
Selain persoalan penerangan, Dishub LH juga menyoroti aktivitas kendaraan yang kerap berhenti di sepanjang ruas jalan tersebut, baik untuk beristirahat maupun kegiatan lainnya.
Raja Fajar menegaskan akan ada upaya penertiban sekaligus imbauan kepada para pengemudi agar lebih memperhatikan aspek keselamatan saat berhenti di bahu jalan.
"Perihal dijadikan tempat parkir, ke depan akan kita imbau kawan-kawan supir, sekiranya berhenti, hidupkan lampu hazard atau lampu sen," tegasnya.
Ia juga menyampaikan, pihaknya akan menurunkan petugas di lapangan untuk memberikan imbauan langsung kepada para sopir yang beristirahat di kawasan tersebut.
"Insyaallah akan ada petugas yang mengingatkan supir-supir yang istirahat, salat atau makan di lokasi ruas jalan Desa Pasir tersebut," tutupnya.
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!