Nasib 103 Anak di Daycare Yogyakarta, Fakta Mengejutkan Terungkap: 53 Alami Kekerasan Fisik
Eri Ariyanto April 26, 2026 05:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kasus dugaan kekerasan di daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta menggemparkan publik setelah terungkap jumlah korban yang tidak sedikit.

Sebanyak 103 anak dilaporkan terdampak dalam peristiwa ini, menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan orang tua.

Dari jumlah tersebut, 53 anak diketahui mengalami kekerasan fisik yang diduga dilakukan oleh oknum pengasuh.

Peristiwa ini mencuat setelah adanya laporan dari orang tua yang menemukan kejanggalan pada kondisi anak mereka.

Sejumlah anak disebut mengalami luka lebam hingga trauma yang memerlukan pendampingan lebih lanjut.

Pihak berwenang pun langsung turun tangan untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh.

Puluhan orang telah diamankan guna dimintai keterangan terkait dugaan praktik kekerasan tersebut.

Kasus ini menjadi sorotan luas karena menyangkut keselamatan anak-anak di lingkungan yang seharusnya aman.

Masyarakat kini menunggu proses hukum berjalan serta berharap adanya perlindungan maksimal bagi para korban.

Baca juga: Sosok Guru Besar Unpad Diduga Kirim Chat Nakal ke Mahasiswi Asing, Minta Foto Bikini, Dinonaktifkan

Seperti diketahui, fakta mengejutkan kembali terungkap dalam kasus dugaan kekerasan di daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Polresta Yogyakarta mencatat jumlah total korban mencapai 103 anak, dengan puluhan di antaranya terkonfirmasi mengalami kekerasan fisik.

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian, menjelaskan bahwa ratusan anak tersebut berada dalam rentang usia yang sangat rentan, yakni mulai dari bayi berusia 0 hingga balita.

 Berdasarkan data yang dihimpun penyidik, tindakan kekerasan terdeteksi dialami oleh lebih dari separuh total anak yang dititipkan.

“Kalau jumlah semua kita lihat itu 103 anak. Tapi kalau untuk yang kita lihat ada tindakan kekerasannya, itu sekitar 53 orang. By data, ya,” ujar Adrian saat ditemui di Mapolresta Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026).

Penyelidikan kepolisian mengungkap bahwa daycare Little Aresha setidaknya telah beroperasi selama lebih dari satu tahun. Sebagian besar pengasuh yang bekerja di tempat tersebut juga diketahui sudah memiliki masa kerja yang cukup lama.

Adrian menyebut jumlah korban ini masih sangat mungkin bertambah seiring dengan pengembangan kasus dan pemeriksaan saksi-saksi tambahan. 

Meski demikian, pihak kepolisian belum membeberkan secara rinci motif di balik tindakan keji para pengasuh tersebut.

“Nanti akan dilakukan rilis secara lengkap pada Senin pagi,” ucap Adrian singkat.

DAYCARE VIRAL JOGJA - Daycare Jogja (KANAN). Wali murid Khairunisa (KIRI). Tindakan Keji Pengasuh Daycare Jogja, Bayi Dibedong Diikat ke Jendela (TikTok/Kompas.com)

Kekecewaan mendalam dirasakan para orangtua yang selama ini memercayakan anak mereka di tempat tersebut. Aldewa, salah satu orangtua, mengaku sempat menemukan luka lebam di kaki anaknya. Namun, saat itu ia dan istrinya menduga luka tersebut hanya karena jatuh saat bermain.

“Terakhir kemarin dijemput mbahnya itu ada luka lebam di kaki. Istri saya bilang kayaknya jatuh deh. Ya sudah, saya juga enggak tanya pihak sekolah,” kata Aldewa.

Kasus ini mulai meledak setelah video yang memperlihatkan anak-anak dalam posisi tangan dan kaki diikat viral di media sosial.

Hal ini memicu gelombang laporan dari orangtua lain yang akhirnya menyadari bahwa luka atau perubahan perilaku anak mereka selama ini diduga kuat akibat penganiayaan dan penelantaran di daycare tersebut.

30 Orang Diamankan

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian, mengungkapkan fakta mengerikan saat penggerebekan tempat penitipan anak atau daycare Little Aresha di Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Polisi menyaksikan langsung perlakuan tidak manusiawi yang dilakukan pengasuh terhadap anak-anak di lokasi tersebut.

Kasus ini mencuat setelah adanya laporan masyarakat terkait dugaan penganiayaan dan tindakan diskriminatif. Meski sempat kesulitan menggali informasi, sorotan publik yang masif mendorong para orang tua berani melapor ke Mapolresta Yogyakarta.

“Petugas kita memang melihat langsung bahwa anak tersebut diperlakukan tidak manusiawi. Ada yang kakinya diikat, tangannya diikat, dan sebagainya,” tegas Adrian saat ditemui di Mapolresta Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026).

30 Orang Diamankan, Termasuk Pejabat Yayasan

Sejak Jumat malam hingga Sabtu sore, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Yogyakarta telah mengamankan sekitar 30 orang untuk menjalani pemeriksaan intensif. Mereka yang diamankan terdiri dari para pengasuh hingga pejabat di yayasan yang menaungi daycare tersebut.

Adrian menambahkan, pihak kepolisian akan segera melakukan gelar perkara setelah proses pendalaman formil selesai dilakukan oleh penyidik.

“Sekitar 30 orang itu dari tadi malam sampai detik ini masih dilakukan pemeriksaan. Mungkin nanti habis magrib kita lakukan gelar perkara lagi untuk penetapan tersangka,” jelasnya.

Kesaksian Orangtua: Anak Lebam hingga Video Viral

Salah satu orang tua korban, Aldewa, mengaku baru mengetahui praktik keji tersebut melalui video yang beredar di media sosial pada Jumat sore. Ia sempat curiga karena menemukan luka lebam di kaki anaknya saat dijemput, namun semula ia mengira luka tersebut akibat jatuh saat bermain.

“Saya baca jam 5 sore, ada ibu jemput katanya lihat di video sudah posisi diikat dan segala macam. Terakhir kemarin dijemput mbahnya itu ada luka lebam di kaki. Istri saya bilang kayaknya jatuh, jadi saya tidak tanya pihak sekolah,” ujar Aldewa dengan nada menyesal.

Polresta Yogyakarta kini tengah melengkapi bukti-bukti formil untuk menjerat para pelaku yang terlibat dalam dugaan kekerasan dan penelantaran anak di bawah umur tersebut.

(TribunNewsmaker.com/Eri Ariyanto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.