Diantaranya Tiga Nagari di Pauh Duo Solok Selatan Ditetapkan BPS Jadi Desa Cinta Statistik, Line-up Semen Padang vs Borneo FC.
Hasil Semen Padang vs Borneo FC: Kabau Sirah Tumbang 0-3 di Samarinda
Baca juga: Kalah 3-0 dari Borneo FC, Semen Padang Jaga Optimisme di Sisa Laga, Imran: Tidak Boleh Menyerah
Badan Pusat Statistik (BPS) resmi mencanangkan tiga nagari di Kecamatan Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan, sebagai Desa Cantik (Cinta Statistik) tahun 2026.
Langkah ini diambil guna mendorong terciptanya basis data yang akurat, mutakhir, dan berkualitas langsung dari tingkat pemerintahan paling bawah
Adapun tiga wilayah yang terpilih dalam program ini adalah Nagari Alam Pauh Duo, Nagari Pauh Duo Nan Batigo,dan Nagari Luak Kapau Alam Pauh Duo.
Desa Cantik adalah program peningkatan kompetensi aparatur desa dalam pengelolaan dan pemanfaatan data sehingga perencanaan pembangunan desa lebih tepat sasaran.
Pencanangan ini menjadi tonggak penting bagi Solok Selatan dalam upaya membenahi manajemen data pembangunan yang selama ini kerap menjadi tantangan di tingkat desa.
Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Solok Selatan, Taufik Effendi, menyatakan bahwa program ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah daerah dan BPS.
Melalui pendampingan yang intensif, perangkat nagari diharapkan tidak lagi sekadar menjadi objek pendataan, namun aktif mengelola statistik di wilayahnya sendiri.
"Kegiatan pembinaan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan desa dalam mengorganisir data secara baik dan sistematis," ujar Taufik dalam keterangannya Sabtu (25/4/2026).
Menurut Taufik, pengelolaan data yang tertata rapi akan berdampak langsung pada kualitas kebijakan yang diambil oleh pemerintah nagari
Ia meyakini bahwa perencanaan pembangunan yang lahir dari data valid akan jauh lebih tepat sasaran dibandingkan hanya berdasarkan perkiraan semata.
Selain urusan pembangunan fisik, pemahaman statistik juga dinilai mampu memperbaiki tata kelola pemerintahan di tingkat nagari agar lebih transparan.
"Kita harapkan tercipta tata kelola pemerintahan desa yang lebih efektif, transparan, dan tentunya akuntabel di mata masyarakat," tambahnya.
Senada dengan itu, Kepala BPS Solok Selatan, Roby, menekankan bahwa posisi nagari adalah ujung tombak informasi bagi negara.
Sebagai unit pemerintahan dasar, nagari memegang peran ganda, yakni sebagai penyedia data sekaligus pengguna data untuk kebutuhan warganya.
Roby menggarisbawahi bahwa peningkatan literasi statistik bagi masyarakat dan perangkat nagari adalah kebutuhan yang mendesak di era digital saat ini
"Masyarakat harus mampu memahami serta memanfaatkan data secara optimal agar mereka tahu potensi dan masalah di wilayahnya sendiri," ungkap Roby.
Dalam pelaksanaannya, nagari-nagari yang ditunjuk ini akan bertanggung jawab penuh mulai dari proses pengumpulan, pengolahan, hingga penyajian data secara mandiri.
Seluruh rangkaian proses teknis tersebut akan tetap berada di bawah pengawasan ketat pihak Kecamatan serta mendapat pembinaan rutin dari instruktur BPS.
Sebagai bentuk komitmen legal, acara ini juga dibarengi dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara pemerintah daerah, pemerintah nagari, dan BPS Solok Selatan.
Nantinya, data mikro yang dihasilkan dari program Desa Cantik ini akan menjadi rujukan utama dalam perumusan kebijakan strategis di Kabupaten Solok Selatan.
Tak hanya sekadar program internal, ketiga nagari ini juga disiapkan untuk berkompetisi dengan desa-desa lain di seluruh Indonesia dalam ajang evaluasi Desa Cantik tingkat nasional.
Baca juga: Disdukcapil Padang: 1.621 KTP Hilang di April 2026, Pengurusan Kembali Gratis
Semen Padang FC menghadapi ujian berat saat bertandang ke markas Borneo FC pada pekan ke-29 BRI Super League.
Laga tersebut akan berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (25/4/2026) pukul 19.00 WIB.
Jelang pertandingan, Pelatih Semen Padang FC, Imran Nahumarury, tetap menunjukkan optimisme meski timnya tidak tampil dengan kekuatan penuh.
Sejumlah pemain dipastikan absen seperti Wakaso, Oropa, Irsyad, dan Samuel.
Namun demikian, Imran tetap percaya dengan pemain yang tersedia.
Dalam laga ini, Semen Padang menurunkan komposisi pemain yang diharapkan mampu menjalankan strategi tim sejak menit awal.
Di posisi penjaga gawang, Arthur Augusto dipercaya mengawal gawang Kabau Sirah.
Lini belakang diisi Ade Kristiano, Jaime Giraldo, Angelo Meneses dan Asyraq Gufran.
Sementara di lini tengah, Kazaki Nakagawa, Ricky Ariansyah, Ripal Wahyudi, serta Boubakary Diarra akan menjadi motor permainan.
Turut diturunkan Guillermo Fernandez bersama Kianz Froese untuk menambah kekuatan serangan tim dalam laga penting ini.
Di kubu tuan rumah, Borneo FC juga menurunkan skuad terbaiknya demi menjaga persaingan di papan atas klasemen.
Nadeo Winata dipercaya sebagai penjaga gawang. Lini pertahanan diperkuat Marcos Astina, Kei Hirose, dan Koldo Alberdi.
Pada sektor tengah hingga depan, Borneo FC mengandalkan Komang Teguh, Christhope Nduwarugira, Caxambu, Rivaldo, Muhammad Alfharezi, Mariano Peralta serta Kaio Nunes.
Pertandingan ini diprediksi berlangsung sengit mengingat Borneo FC tengah memburu posisi puncak, sementara Semen Padang FC berjuang keluar dari zona bawah klasemen.
Laga ini akan dipimpin oleh wasit Muhammad Nazmi Bin Nasaruddin Umar.
Berikut susunan pemain kedua tim:
Semen Padang FC:
Arthur Augusto (GK), Ade Kristiano, Jaime Giraldo, Asyraq Gufran, Kazaki Nakagawa, Ricky Ariansyah, Guillermo Fernandez, Kianz Froese, Boubakary Diarra, Angelo Meneses, Ripal Wahyudi.
Borneo FC:
Nadeo Winata (GK), Marcos Astina, Kei Hirose, Koldo Alberdi, Mariano Peralta, Komang Teguh, Christhope Nduwarugira, Caxambu, Rivaldo, Muhammad Alfharezi, Kaio Nunes.
Semen Padang FC harus mengakui keunggulan Borneo FC usai kalah dengan skor 0-3 pada laga pekan ke-29 BRI Super League yang berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (25/4/2026) malam.
Borneo FC berhasil menciptakan dua gol pada babak pertama. Kemudian, menambah gol di masa injury time, tepatnya menit ke-93 melalui Koldo Obieta Alberdi.
Pertandingan berakhir dengan skor 0-3, dan tim Semen Padang FC kembali menelan kekelahan dalam kompetisi BRI Super Leauge.
Tuan rumah tampil dominan sejak awal pertandingan. Borneo FC langsung mengambil inisiatif serangan melalui Mariano Peralta yang beberapa kali merepotkan lini pertahanan Semen Padang.
Gol pembuka tercipta pada menit ke-9 melalui Komang Teguh yang memanfaatkan bola muntah di depan gawang. Gol tersebut sempat ditinjau melalui VAR sebelum akhirnya disahkan wasit Muhammad Nazmi Bin Nasaruddin Umar.
Semen Padang mencoba merespons, termasuk lewat peluang Kianz Froese yang membentur mistar dan sepakan keras lainnya yang masih mampu diamankan kiper Borneo.
Namun, Borneo FC kembali menambah keunggulan pada menit ke-39 melalui Kaio Nunes usai memanfaatkan sepak pojok. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Borneo FC tetap tampil menekan. Sejumlah peluang diciptakan melalui Peralta, Caxambu, dan Kei Hirose, namun kiper Semen Padang, Arthur Augusto, tampil gemilang dengan serangkaian penyelamatan penting.
Pada menit ke-49, Peralta nyaris mencetak gol saat lolos dari kawalan, namun sepakannya mampu ditepis Arthur. Begitu juga peluang Kaio Nunes pada menit ke-54 yang kembali digagalkan.
Semen Padang sempat memberikan perlawanan. Peluang dari pemain pengganti Kasim Botam pada menit ke-58 masih melebar. Sepakan Guillermo Fernandez dari luar kotak penalti pada menit ke-63 juga berhasil diamankan kiper lawan.
Peluang emas kembali didapat pada menit ke-68 melalui sundulan Guillermo yang memanfaatkan umpan Firman Juliansyah, namun bola masih melenceng tipis dari gawang.
Meski terus mencoba menekan hingga menit akhir, Semen Padang gagal memperkecil ketertinggalan.
Justru Borneo FC menambah gol di masa injury time, tepatnya menit ke-93 melalui Koldo Obieta Alberdi.
Gol tersebut memastikan kemenangan Borneo FC dengan skor telak 3-0 atas Semen Padang FC.
Hasil ini semakin menyulitkan langkah Semen Padang FC untuk keluar dari zona bawah klasemen, sementara Borneo FC kian kokoh dalam persaingan di papan atas.(*)