TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Anggrek warna-warni menjadi satu diantara daya tarik di Car Free Day (CFD) Palangka Raya, Minggu (26/4/2026) pagi.
Lapak di bawah tenda biru itu kerap dikerumuni pengunjung yang tertarik melihat hingga membeli bunga hias tersebut.
Beberapa di antaranya tampak memilih dengan teliti, sementara lainnya bertanya soal jenis dan cara perawatan.
Anggrek sendiri dikenal sebagai salah satu tanaman hias populer yang diminati masyarakat.
Tanaman dari keluarga Orchidaceae ini memiliki beragam bentuk dan warna bunga yang khas, sehingga kerap menjadi pilihan untuk mempercantik rumah maupun koleksi tanaman.
Baca juga: Emak-emak Rutin Olahraga Senam di Taman Anggrek Palangkaraya, Kampanye Hidup Sehat
Di lapak tersebut, seorang penjual, Chandra Dinata (38), tampak sibuk melayani pembeli.
Ia merupakan pemilik usaha Rumah Anggrek Arsyila PKY yang telah dijalankannya selama sekitar 10 tahun.
“Kalau hari ini kita bawa dua jenis saja, yaitu dendrobium sama phalaenopsis atau anggrek bulan,” ujarnya, kepada TribunKalteng.com.
Menurut Chandra, kedua jenis anggrek tersebut menjadi yang paling banyak diminati pembeli karena tampilannya yang menarik dan relatif mudah dirawat.
Dalam kegiatan CFD hari ini, ia membawa anggrek dengan kisaran harga Rp140 ribu hingga Rp200 ribu per pot.
Meski hanya membawa sebagian koleksi, minat masyarakat terhadap tanaman hias tersebut tetap tinggi.
“Biasanya yang banyak dicari memang anggrek bulan sama dendro ini,” tambahnya.
Tak hanya melayani pembeli di lokasi, Chandra juga menerima pesanan dari luar daerah.
Ia bahkan menyediakan pengiriman ke luar kota bagi pelanggan yang ingin memiliki koleksi anggrek dari usahanya.
“Kita juga bisa kirim luar kota,” katanya.
Selain menjual tanaman, Chandra turut menyediakan media tanam dan pupuk untuk mendukung perawatan anggrek.
Ia menjelaskan, setiap jenis anggrek memiliki karakteristik perawatan yang berbeda.
“Kalau anggrek bulan itu lebih suka tempat teduh, tidak kena matahari langsung, karena dapat membakar daunnya. Sedangkan dendrobium lebih kuat terhadap cahaya,” jelasnya.
Untuk penyiraman, ia menyarankan agar tidak dilakukan setiap hari.
Cukup dua hingga tiga kali dalam seminggu, menyesuaikan kondisi media tanam agar tidak terlalu basah.
“Yang penting jangan terlalu sering disiram, nanti bisa busuk akarnya,” ujarnya.
Media tanam yang digunakan pun beragam, mulai dari arang, pakis, hingga spons, tergantung jenis anggrek yang ditanam.
Bagi masyarakat yang baru ingin mencoba menanam anggrek, Chandra menyarankan agar menikmati proses tanpa takut gagal.
“Yang penting senang dulu. Kalau ada yang mati, anggap saja proses belajar,” tutupnya.