TRIBUNNEWS.COM - Acara makan malam para koresponden Gedung Putih terganggu oleh suara ledakan keras pada Sabtu (25/4/2026) malam waktu setempat di ballroom Hotel Washington Hilton, Washington, DC.
Presiden AS Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump segera dievakuasi dan dilaporkan dalam keadaan aman.
Sementara itu, para jurnalis dan tamu undangan bersembunyi di bawah meja.
Mengutip Associated Press, para tamu tengah menyantap salad kacang polong dan burrata, sementara para pelayan bersiap menyajikan hidangan berikutnya ketika sekelompok petugas keamanan muncul dan berteriak agar semua orang tiarap.
Petugas keamanan bersenjata menerobos masuk ke ruangan dan berlari menuju podium tempat Trump berada.
Pada suatu saat, seseorang di ruangan tersebut berteriak, “USA!”
Rachel Leingang dari The Guardian sedang duduk di meja bersama rekan-rekan dan tamu lainnya ketika seseorang berteriak bahwa telah terjadi penembakan.
Para tamu pun mulai bersembunyi di bawah meja.
Ia mengingat agen Secret Service berlari masuk dan memindahkan kursi-kursi saat mereka bergegas menyusuri lorong.
“Semua orang bersembunyi di bawah meja untuk beberapa saat, sampai orang-orang mulai keluar kembali dan kemudian mencoba mencari tahu apa yang terjadi, mereka saling bertanya seperti, ‘Apa yang terjadi? Apa yang terjadi?’”
Baca juga: Ledakan Keras Terdengar, Donald Trump Digiring Keluar dari Acara Makan Malam Gedung Putih
Kemudian agen keamanan masuk ke ballroom dan mengatakan semua orang harus meninggalkan ruangan.
Rachel mengatakan ia meninggalkan lokasi, dan suara sirene dan helikopter terdengar bersahut-sahutan di sekitarnya.
Pembawa acara CNN, Wolf Blitzer, mengatakan ia berada hanya beberapa meter dari pelaku penembakan.
Blitzer mengatakan ia melihat senjata yang sangat serius.
"Saat dia menembak, tentu saja, hal pertama yang terlintas di pikiran saya adalah: apakah dia mencoba menembak saya?"
"Saya rasa tidak, tetapi saya sangat dekat dengannya saat tembakan dilepaskan dan itu sangat menakutkan. Namun, saya baik-baik saja sekarang," ujarnya.
Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Secret Service, Anthony Guglielmi, mengatakan pihaknya sedang menyelidiki insiden penembakan tersebut.
"Presiden dan Ibu Negara dalam keadaan aman," katanya.
Ia juga menyebut seluruh tamu yang berada di bawah perlindungan Secret Service dalam kondisi aman.
"Satu orang telah ditahan. Kondisi pihak yang terlibat belum diketahui, dan penegak hukum masih aktif menilai situasi."
Donald Trump juga memposting di Truth Social bahwa pelaku penembakan telah ditangkap.
Ia merekomendasikan agar acara tetap dilanjutkan, tetapi mengatakan keputusan akhir akan ditentukan oleh penegak hukum.
"Mereka akan segera membuat keputusan," kata Trump.
"Terlepas dari keputusan itu, malam ini akan sangat berbeda dari yang direncanakan, dan kita mungkin harus mengulangnya di lain waktu."
Sebagai informasi, Jamuan Makan Malam Koresponden Gedung Putih merupakan acara resmi yang diselenggarakan oleh asosiasi jurnalis yang meliput presiden AS, dan diadakan setiap tahun di ballroom besar Washington Hilton.
Acara ini dikenal sebagai “pesta dansa para kutu buku”.
Acara ini biasanya dihadiri oleh presiden, pemimpin politik, komedian, serta selebritas untuk merayakan kebebasan pers.
Namun, Trump tidak pernah menghadiri acara tersebut selama masa jabatan pertamanya.
Tahun ini menjadi kali pertama ia menghadiri acara tersebut sebagai presiden, dan ia dijadwalkan menyampaikan pidato.
Pada umumnya, Hotel Washington Hilton tetap terbuka bagi tamu reguler selama acara berlangsung.
Keamanan biasanya difokuskan pada area ballroom saja, bukan seluruh hotel.
Pemeriksaan terhadap orang-orang di luar area utama acara relatif terbatas.
Dalam beberapa tahun terakhir, kondisi ini membuka peluang terjadinya gangguan di lobi dan ruang publik lainnya, termasuk aksi protes yang memaksa petugas keamanan mengeluarkan tamu yang membentangkan spanduk atau melakukan demonstrasi.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)