TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Dexlite, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Polohu memutuskan untuk tidak melakukan pemesanan baru ke Pertamina.
Keputusan ini diambil karena stok Dexlite yang masih tersedia dalam jumlah banyak.
Sementara permintaan pelanggan menurun drastis.
Baca juga: Daftar Lengkap Juara Domino GMT Cup Mamuju Tengah 2026: Tim Kire-Mateng Borong Hadiah Puluhan Juta
Baca juga: Cek Jadwal Keberangkatan Jamaah Haji Sulbar, Dimulai 28 April 2026
Hal tersebut disampaikan oleh Pengawas SPBU Polohu, Kasriadi Kasim, saat ditemui di kantornya, SPBU Polohu, Jl Trans Sulawesi, Desa Babana, Kecamatan Budong-budong, Kabupaten Mamuju Tengah, Minggu (26/4/2026).
Menurutnya, penurunan permintaan terjadi setelah harga Dexlite resmi naik.
"Dari sebelumnya hanya Rp14.500 per liter, kini Dexlite (CN 51) dijual Rp24.150 per liter," ungkapnya.
"Kenaikan ini berdampak signifikan pada minat beli konsumen," tambah Kasriadi.
Meski harga Dexlite melonjak, Kasriadi memastikan bahwa harga BBM subsidi hingga saat ini belum mengalami perubahan.
Pertalite masih dibanderol Rp10.000 per liter, dan biosolar tetap Rp6.800 per liter.
"Belum ada informasi kenaikan dari pusat," tambahnya.
Lebih lanjut, Kasriadi menjelaskan mengenai kendaraan yang dilarang mengisi BBM subsidi jenis biosolar.
Menurutnya, mobil yang tidak diperbolehkan menggunakan biosolar umumnya adalah kendaraan pribadi mewah, mobil diesel dengan kapasitas mesin di atas 2.000–2.500 CC, serta kendaraan niaga tambang atau perkebunan dengan roda enam ke atas.
SPBU Polohu saat ini masih mengandalkan stok Dexlite yang ada untuk melayani pelanggan yang tetap membutuhkan, sembari menunggu kondisi pasar kembali stabil.(*)
Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah