Kasus Keracunan MBG Bengkulu Tengah: DPRD Ungkap Dugaan Puskesmas Kembang Seri Tolak Pasien
Hendrik Budiman April 26, 2026 11:54 AM

 

 Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH -  DPRD Bengkulu Tengah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah lokasi, termasuk Puskesmas Kembang Seri, Sabtu (25/4/2026). 

Hal itu pasca adanya dugaan penolakan pasien mencuat dalam penanganan kasus keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bengkulu Tengah. 

Dari hasil penelusuran di lapangan, anggota DPRD menerima informasi bahwa salah satu siswa yang mengalami gejala mual dan sakit perut sempat dibawa ke puskesmas tersebut, namun tidak mendapatkan penanganan. 

Siswa itu disebut tidak diterima dengan alasan pihak puskesmas hanya melayani pasien dalam kondisi gawat darurat.

Akibatnya, pasien kemudian dibawa ke Klinik Rizky Medika Bengkulu Tengah untuk mendapatkan perawatan. 

Ketua Komisi III DPRD Bengkulu Tengah, Arsyad Hamzah, mengatakan pihaknya akan menelusuri lebih lanjut kebenaran informasi tersebut. 

Baca juga: Pemkab Bertindak, Dapur MBG Bengkulu Tengah Disetop Sementara Usai 9 Siswa Keracunan

“Kami ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi dan ada informasi penolakan pasien oleh pihak puskesmas. Ini akan menjadi evaluasi kita bersama,” ujarnya. 

DPRD menilai, jika dugaan tersebut terbukti benar, maka hal itu merupakan pelanggaran serius terhadap standar pelayanan kesehatan. 

Menanggapi hal itu, Kepala Puskesmas Kembang Seri, Yanti, membantah adanya penolakan pasien berdasarkan hasil penelusuran internal. 

“Saya sudah konfirmasi ke dua petugas piket IGD waktu itu. Menurut mereka, tidak ada pasien yang datang dengan keluhan keracunan,” jelasnya. 

Meski demikian, ia memastikan akan mendalami kembali informasi tersebut untuk memastikan fakta yang sebenarnya. 

“Kalau memang ada penolakan, itu jelas melanggar. Karena sesuai SOP, kami tidak boleh menolak pasien dalam kondisi apa pun,” tegasnya. 

Kasus ini menjadi perhatian serius DPRD Bengkulu Tengah. Dalam waktu dekat, seluruh pihak terkait dijadwalkan akan dipanggil untuk dimintai keterangan guna memastikan kronologi kejadian secara utuh. 

Sementara itu, kasus dugaan keracunan MBG sendiri diketahui telah menimpa 9 siswa dari SMP Negeri 3 dan SD Negeri 1 Bengkulu Tengah.  

Seluruh korban dilaporkan telah mendapatkan penanganan medis dan dalam kondisi membaik.

Klarifikasi Puskesmas Kembang Seri 

 Isu dugaan penolakan pasien dalam kasus keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bengkulu Tengah mendapat tanggapan dari pihak Puskesmas Kembang Seri. 

Kepala Puskesmas Kembang Seri, Yanti, menyatakan telah melakukan penelusuran internal setelah menerima informasi tersebut. 

“Saya sudah mendengar informasi terkait penolakan pasien ini ketika hari kejadian. Saya langsung konfirmasi ke dua petugas piket IGD waktu itu,” ujar Yanti saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Sabtu (25/4/2026). 

Berdasarkan hasil konfirmasi sementara, petugas piket menyebut tidak ada pasien dengan keluhan keracunan yang datang ke puskesmas saat kejadian. 

“Menurut mereka, pada hari kejadian tidak ada pasien yang datang dengan keluhan sakit perut, mual-mual atau tanda-tanda keracunan,” jelasnya. 

Meski demikian, Yanti menegaskan pihaknya tidak serta-merta menolak informasi yang beredar dan akan tetap melakukan penelusuran lebih lanjut. 

“Bukan kami membantah, tetapi itu hasil konfirmasi sementara. Ke depan, akan kami dalami lagi untuk mendapatkan fakta yang sebenarnya,” katanya. 

Ia juga menegaskan, secara aturan puskesmas tidak diperbolehkan menolak pasien dalam kondisi apa pun. 

“Jika memang ada penolakan, itu sudah melanggar. Di puskesmas ini kami tidak boleh menolak pasien sama sekali, baik gawat darurat maupun tidak, BPJS aktif atau tidak, semua harus ditangani. Itu sudah SOP,” tegasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.