Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN — Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen bersama BNPB dan para camat di masing-masing kecamatan terus melakukan sosialisasi pendataan korban banjir tahap II.
Kegiatan ini telah berlangsung selama dua hari terakhir dan pada Sabtu (25/4/2026) difokuskan di tiga kecamatan, yakni Peusangan Siblah Krueng, Makmur, dan Gandapura.
Sosialisasi melibatkan para keuchik (kepala desa), perwakilan korban banjir, penerima bantuan jadup (jaminan hidup), serta unsur terkait lainnya.
Kepala Pelaksana BPBD Bireuen, Ir Munawar, mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan setelah petugas lapangan (enumerator) mendapatkan bimbingan teknis.
“Setelah bimtek bagi enumerator, kami langsung melakukan sosialisasi dan koordinasi agar proses pendataan berjalan lancar,” ujarnya.
Pertemuan di Aula Kantor Camat Peusangan Siblah Krueng juga dihadiri perwakilan dari Kecamatan Makmur. Sementara itu, satu tim lainnya melaksanakan kegiatan serupa di Balai Desa Kantor Camat Gandapura.
Munawar menjelaskan, seluruh kecamatan terdampak banjir telah mendapatkan sosialisasi teknis pendataan, termasuk Samalanga, Jeunieb, Peudada, Jeumpa, Juli, Kota Juang, Jangka, Peusangan, Peusangan Selatan, Peusangan Siblah Krueng, Kuala, Kutablang, Makmur, dan Gandapura.
Baca juga: Terkait Pendataan Korban Banjir, Keuchik di Peudada Dipanggil ke Kantor Camat
Ia berharap, melalui sosialisasi ini, proses pendataan tahap II dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu dalam enam hari.
Sebanyak 212 petugas enumerator akan mulai turun langsung ke desa-desa terdampak banjir pada Senin (27/4/2026).
Sementara itu, Camat Peusangan Siblah Krueng, Afrizal, mengatakan bahwa sosialisasi yang digelar di aula kantor camat dihadiri berbagai unsur masyarakat.
“Dalam pertemuan, banyak warga menyampaikan pertanyaan dan semuanya telah dijelaskan oleh tim BPBD. Mudah-mudahan pendataan tahap II berjalan lancar,” ujarnya.
Pendataan ini berlangsung selama enam hari, mulai 27 April hingga 2 Mei 2026, dengan target verifikasi terhadap 26.741 kepala keluarga korban banjir bandang.