Jauh sebelum era dinosaurus, sekitar 500 juta tahun yang lalu, daratan bumi masih berupa batuan dan tanah kering. Ekosistem kehidupan sepenuhnya berlangsung di bawah air dan tidak ada tanaman apa pun yang hidup di daratan. Lantas, tumbuhan apa yang pertama kali berkembang?
Seorang ahli geologi dan dosen geografi dari New York University, Erin Potter, mengatakan evolusi paling penting di muka bumi adalah saat tumbuhan mulai hidup di darat. Saat itu, planet kita perlahan dipenuhi oksigen yang diproduksi oleh tanaman, yang menjadi awal mula terbentuknya ekosistem daratan.
Cikal Bakal Tumbuhan Pertama di Bumi: Alga Laut
Pada zaman dahulu, semua kehidupan bermula dari dasar laut yang lebih dulu dihuni oleh banyak makhluk hidup, termasuk tumbuhan. Salah satunya adalah organisme hijau berukuran kecil yang sekilas mirip alga.
Alga ternyata sudah hidup di perairan bumi selama lebih dari satu miliar tahun yang lalu. Mereka bertahan hidup dengan berfotosintesis untuk menghasilkan makanan dan melepaskan oksigen sebagai produk sampingan.
Aktivitas alga dan sejumlah bakteri yang menghasilkan oksigen perlahan memasok oksigen ke atmosfer. Saat kadar oksigen melonjak, maka terjadilah peristiwa oksigenasi besar yang mendorong terjadinya evolusi massal. Tanpa O2 yang dihasilkan oleh organisme dan hewan, mungkin manusia tidak pernah ada.
Sebuah studi yang terbit di jurnal Current Biology pada 5 Oktober 2015 silam menunjukkan bahwa tanaman bergerak menuju daratan sekitar 470 tahun yang lalu. Tumbuhan purba tersebut berhabitat asli di perairan dangkal dekat garis pantai.
Posisi tersebut membuat mereka kadang berada di bawah dan juga sering terpapar udara. Habitat alami itulah yang membantu alga agar jauh lebih mudah beradaptasi dengan daratan.
Adaptasi Tumbuhan di Daratan
Meski tidak mudah untuk mencapai dan bertahan hidup di darat, tumbuhan itu berusaha dengan membentuk jaringan baru berupa lapisan lilin atau kutikula. Fitur tersebut membantu tumbuhan untuk menjaga air di dalam tubuhnya.
Seiring berjalannya waktu, tumbuhan juga membentuk dinding sel yang lebih kuat untuk menopang tubuh mereka melawan gravitasi. Perlahan-lahan mulai terbentuklah akar atau rizoid, yang berfungsi untuk menyerap air dan mineral dari dalam tanah.
Bentuk tumbuhan daratan pertama lebih mirip lumut modern; ukurannya sangat kecil dan sederhana. Tumbuhan tersebut memiliki akar atau batang sejati yang berdekatan dengan tanah.,
Para peneliti juga menemukan fosil tumbuhan darat paling awal, Cooksonia yang diperkirakan berasal dari 430 juta tahun lalu. Tumbuhan itu memiliki tinggi sekitar dua inci atau 5 cm dan batangnya bercabang.
Meski ukurannya cukup kecil, tumbuhan tersebut berhasil menyebar di berbagai belahan bumi dan akarnya memecah batuan tanah atau membantu proses pelapukan. Hal ini menghasilkan tanah yang lebih subur untuk mendukung kehidupan.
Evolusi Menuju Bentuk yang Semakin Kompleks
Saat tumbuhan berhasil mencapai darat, mereka berevolusi dengan membentuk jaringan vaskular, tabung-tabung kecil yang berfungsi mengangkut air dari akar ke seluruh tubuh. Adaptasi ini membantu tanaman tumbuh lebih tinggi karena air ditransfer dari akar ke daun. Tumbuhan vaskular ini termasuk kerabat awal pakis dan lumut klab.
Jaringan pembuluh pada tanaman memicu perkembangan yang cukup pesat. Sekitar 360 juta tahun lalu, bumi sudah mulai dipenuhi oleh hutan-hutan luas. Pakis raksasa dapat tumbuh sampai dengan 30 meter dan mendominasi lahan.
Seiring berjalannya waktu, tumbuhan yang sudah mati kemudian terkompresi di dalam tanah dan membentuk batu bara yang menjadi sumber energi modern.
Perubahan besar lainnya adalah perkembangan biji tumbuhan paku, yang terjadi sekitar 380 juta tahun lalu. Biji tanaman berfungsi untuk melindungi embrio tumbuhan dan membantu bertahan hidup saat kekeringan melanda.
Evolusi tumbuhan besar terjadi saat mereka mulai menghasilkan bunga sekitar 140 juta tahun lalu. Para ilmuwan menyebut bunga pertama itu dengan angiosperma, yang menarik hewan seperti burung dan serangga untuk proses penyerbukan. Kemudian, buah mulai berkembang untuk melindungi biji dan membantu penyebarannya.
Sejak dulu sampai sekarang, tumbuhan bukan hanya bertahan hidup, tetapi juga membentuk ekosistem baru dan mengalami evolusi besar-besaran. Mereka sangat penting dalam menghasilkan oksigen di atmosfer yang membuat makhluk lain dapat hidup.





