Dari Deru Diesel ke Harapan Baru, Listrik PLN Menghidupkan Asa Petani Desa Kedungwaru Kebumen
Rifatun Nadhiroh April 26, 2026 01:16 PM

TRIBUNSOLO.COM, KEBUMEN - Dulu, suara mesin diesel menjadi irama yang tak terpisahkan dari sawah-sawah di Desa Kedungwaru, Kecamatan Karangsambung.

Bising, berasap, dan mahal.

Setiap musim tanam, para petani harus merogoh kocek dalam-dalam, hingga Rp11 juta hanya untuk biaya pengairan satu kali panen. 

Di tengah hasil panen yang tak selalu pasti, biaya tinggi itu kerap membuat harapan terasa semakin jauh.

Namun hari ini, cerita itu mulai berubah.

Yang terdengar kini hanyalah suara air mengalir tenang dari pompa listrik membasahi sawah.

Baca juga: PLN UID Jateng Dukung Emansipasi Perempuan Agar Lebih Berdaya, Kobarkan Semangat Hari Kartini

Pada Agustus 2025, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menghadirkan Kawasan Pertanian Pintar, sebuah langkah nyata mendorong electrifying lifestyle di sektor pertanian. 

Listrik kini bukan sekadar penerang, tetapi menjadi penggerak kehidupan baru bagi sekitar 210 petani yang menggantungkan hidupnya pada 25 hektare lahan pertanian di desa ini.

Bagi Akhmad Fakhrudin, Ketua sekaligus anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sidoluhur, Desa Kedungwaru perubahan itu terasa seperti keajaiban kecil yang datang di waktu yang tepat.

“Dulu kami sering berpikir dua kali untuk menyalakan pompa karena biaya bahan bakar minyak mahal. Sekarang, tinggal nyalakan listrik, air mengalir, hati pun lebih tenang,” ujarnya dengan mata berbinar.

Di lahan yang sama, perubahan terasa begitu nyata.

Jika dulu hanya untuk membuka lahan, petani harus menghabiskan hingga Rp900 ribu kini turun hampir setengahnya. 

Hal tersebut menimbulkan rasa optimis penurunan biaya produksi dan operasional pada masa panen tahun 2026.

Bukan sekadar hemat. Ini tentang napas baru.

Baca juga: Langkah Nyata Sinergi Insan PLN UID Jateng Dukung Ketahanan Energi dengan Lakukan Clean Energy Day!

Dari sisi efisiensi, teknologi pompa listrik berbasis IoT (Internet of Things) yang dibangun memungkinkan petani mengetahui kapan waktu terbaik untuk mengairi sawah.

Air tak lagi terbuang sia-sia, tenaga tak lagi terkuras percuma. 

Bahkan, harapan untuk meningkatkan frekuensi panen menjadi 2 hingga 3 kali dalam setahun kini bukan lagi mimpi.

Camat Karangsambung, Siti Nuriatun Faoziyah, mengungkapkan bahwa perubahan ini bukan hanya soal efisiensi biaya, tetapi juga tentang masa depan lingkungan.

“Setelah penggunaan listrik PLN, petani dapat mengurangi emisi yang timbul dari mesin pompa diesel berbahan bakar minyak serta mendapatkan optimalisasi dan efisiensi dari biaya produksi,” ujarnya.

General Manager PLN UID Jawa Tengah, Bramantyo Anggun Pambudi, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan manfaat listrik hingga ke pelosok.

“Electrifying lifestyle adalah tentang bagaimana listrik mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.” ujarnya.

“Program ini menunjukkan bahwa listrik bukan hanya kebutuhan, tetapi solusi. Kami ingin mendorong gaya hidup listrik atau electrifying lifestyle yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan masyarakat. Di Kebumen, listrik tidak hanya menyalakan lampu, tetapi juga mengalirkan air, menghidupkan sawah, dan menumbuhkan harapan” jelasnya.

Baca juga: PLN UIK Tanjung Jati B Gelar Self Assessment, Perkuat Standar Kesehatan dan Keselamatan Operasional

Lebih dari sekadar infrastruktur, bantuan ini adalah simbol kehadiran negara.

Dari yang sebelumnya tidak memiliki sarana pengairan memadai, kini telah terbangun sistem pompanisasi listrik yang mampu mengairi lahan secara optimal.

Di balik angka-angka efisiensi, ada cerita tentang harapan yang kembali tumbuh.

Tentang petani yang kini tak lagi dibayangi mahalnya biaya operasional. Tentang keluarga yang bisa menatap musim panen dengan lebih percaya diri.

Di Kedungwaru, listrik bukan hanya energi.

Ia adalah harapan yang mengalir, menghidupkan sawah, menguatkan mimpi, dan menyalakan masa depan.

(*/adv)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.