SRIPOKU.COM - Menyampaikan kritik tidak selamanya harus dilakukan dengan cara yang kaku atau konfrontatif, melainkan bisa melalui sindiran halus yang mengundang tawa.
Melalui teks anekdot, kita belajar bagaimana fenomena sosial dan kebijakan publik dapat dikritisi secara kreatif tanpa kehilangan esensi pesan yang ingin disampaikan.
Baca juga: Latihan Soal HOTS IPS Kelas 9 SMP Materi Tema 04 Kerja Sama Dunia
1. Perhatikan kutipan anekdot berikut!
Seorang pejabat sedang melakukan kunjungan ke sebuah desa. Ia bertanya pada warga, "Apakah di sini sudah ada listrik?" Warga menjawab, "Belum Pak, kami masih gelap-gelapan." Pejabat itu mengangguk lalu berpesan, "Bagus, itu artinya kalian sedang mendukung program pemerintah untuk hemat energi secara total!"
Kritik yang ingin disampaikan melalui humor dalam kutipan di atas adalah...
A. Pemerintah sangat peduli pada program hemat energi nasional.
B. Ketidaksiapan pemerintah dalam menyediakan infrastruktur dasar bagi rakyat.
C. Warga desa yang kurang bersyukur atas kebijakan pemerintah.
D. Pejabat yang sangat ramah saat mendengarkan keluhan warga.
E. Pentingnya hidup sederhana tanpa ketergantungan pada teknologi.
Kunci Jawaban : B. Ketidaksiapan pemerintah dalam menyediakan infrastruktur dasar bagi rakyat.
2. Dalam struktur teks anekdot, bagian "Reaksi" memegang peranan penting karena...
A. Menjadi tempat munculnya masalah utama yang dialami oleh tokoh.
B. Memberikan gambaran awal mengenai latar tempat dan waktu kejadian.
C. Berisi tanggapan atau solusi unik yang sering kali menjadi sumber kelucuan.
D. Menjelaskan kesimpulan akhir dari seluruh rangkaian peristiwa.
E. Memperkenalkan tokoh-tokoh penting yang akan dikritik.
Kunci Jawaban : C. Berisi tanggapan atau solusi unik yang sering kali menjadi sumber kelucuan.
3. Manakah di antara kalimat berikut yang merupakan pertanyaan retoris yang sering ditemukan dalam teks anekdot?
A. "Jam berapa rapat paripurna akan dimulai besok pagi?"
B. "Siapakah yang bertanggung jawab atas pembangunan jalan ini?"
C. "Apakah ada orang waras yang ingin hidup di tengah tumpukan sampah?"
D. "Berapa anggaran yang dialokasikan untuk renovasi gedung tersebut?"
E. "Di mana saya bisa melaporkan tindakan pungutan liar ini?"
Kunci Jawaban : C. "Apakah ada orang waras yang ingin hidup di tengah tumpukan sampah?"
4. Perbedaan paling mendasar antara teks anekdot dengan teks humor biasa terletak pada...
A. Panjang pendeknya teks yang ditulis oleh pengarang.
B. Media publikasi yang digunakan untuk menyebarkan cerita.
C. Ada tidaknya pesan atau kritik sosial yang terkandung di dalamnya.
D. Penggunaan bahasa gaul yang lebih dominan pada teks anekdot.
E. Jumlah tokoh yang terlibat dalam percakapan cerita.
Kunci Jawaban : C. Ada tidaknya pesan atau kritik sosial yang terkandung di dalamnya.
5. Bacalah penggalan anekdot berikut!
(1) Dosen: "Kalau ada yang mau bertanya, silakan!"
(2) Mahasiswa: "Pak, apa bedanya politikus dengan aktor?"
(3) Dosen: "Kalau aktor akting di panggung untuk menghibur, kalau politikus akting di TV untuk janji-janji."
(4) Mahasiswa itu pun manggut-manggut.
Bagian yang menunjukkan "Krisis" pada teks di atas ditunjukkan oleh nomor...
A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)
E. Tidak ada bagian krisis
Kunci Jawaban : B. (2)