SRIPOKU.COM, MURATARA– Warga Desa Kuto Tanjung, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, dibuat resah oleh teror hewan buas yang diduga harimau.
Dalam kurun waktu sekitar empat bulan terakhir, sedikitnya 10 ekor kerbau milik warga dilaporkan menjadi mangsa.
Camat Ulu Rawas, Darmawan, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi pada Minggu (26/4/2026).
Ia menjelaskan, serangan pertama terjadi menjelang akhir tahun 2025, ketika dua ekor kerbau warga dimangsa.
“Awalnya sebelum akhir tahun lalu, ada dua kerbau yang dimangsa. Sempat berhenti, lalu setelah Lebaran kejadian kembali terjadi,” ujar Darmawan.
Sejak itu, serangan kembali meningkat. Total 10 ekor kerbau telah diserang, dengan rincian delapan ekor ditemukan mati dengan luka gigitan dan cakaran, sementara dua ekor lainnya berhasil selamat meski mengalami luka.
Menurut Darmawan, keberadaan hewan buas tersebut dipastikan sebagai harimau.
Hal ini berdasarkan kesaksian warga yang mengaku melihat langsung hewan tersebut serta ditemukannya jejak kaki di lokasi kejadian.
“Beberapa warga sempat melihat langsung saat pulang dari kebun. Selain itu, banyak ditemukan jejak kaki yang mengarah ke harimau,” jelasnya.
Pemerintah setempat telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan pihak Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).
Tim dari kedua instansi tersebut bahkan telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan.
“Hari Selasa kemarin tim sudah ke lokasi, dan ditemukan banyak jejak. Diperkirakan jumlahnya lebih dari satu ekor,” tambah Darmawan.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada keputusan resmi terkait langkah lanjutan, termasuk kemungkinan pemasangan perangkap untuk menangani satwa tersebut.
Camat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, meskipun lokasi serangan masih tergolong jauh dari permukiman.
“Kami mengimbau warga agar berhati-hati dan mengandangkan ternaknya demi menghindari kerugian lebih lanjut,” tutupnya.