DLH Pringsewu Akui Armada Sampah Belum Memadai, Layanan Belum Maksimal di Sejumlah Wilayah
taryono April 26, 2026 01:27 PM

Tribunlampung.co.id, Pringsewu - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pringsewu mengakui jumlah armada pengangkut sampah yang dimiliki saat ini belum mampu menjangkau seluruh wilayah pelayanan secara optimal.

Kepala DLH Pringsewu, Ulinoha mengatakan, saat ini pemerintah daerah hanya memiliki tujuh unit armada pengangkut sampah yang terdiri dari dua unit dump truck, tiga unit arm roll, dan dua unit kendaraan roda tiga. 

Selain itu, terdapat satu unit excavator yang digunakan untuk mendukung operasional di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bumi Ayu.

“Secara ideal masih belum sepenuhnya mencukupi, mengingat timbulan sampah di Pringsewu cukup besar,” kata Ulinoha kepada Tribun Lampung, Minggu (26/4/2025).

Berdasarkan data operasional TPA Bumi Ayu, volume sampah yang masuk pada 2024 mencapai sekitar 43,87 ton per hari, sementara pada 2025 tercatat sekitar 38,60 ton per hari.

Pelayanan pengangkutan sampah saat ini telah menjangkau delapan kecamatan, yakni Pringsewu, Gadingrejo, Pagelaran, Sukoharjo, Banyumas, Adiluwih, dan Ambarawa. 

Namun, di Kecamatan Pagelaran Utara dan Pardasuka layanan masih belum berjalan optimal.

Keterbatasan armada, jarak layanan, serta penguatan sistem pengelolaan berbasis wilayah menjadi kendala utama yang dihadapi DLH.

Dari sisi pengelolaan, sampah rumah tangga dan usaha dikumpulkan petugas, kemudian dibawa ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan TPS3R sebelum akhirnya diangkut ke TPA Bumi Ayu. 

Saat ini Pringsewu memiliki dua TPST dan tiga TPS3R yang masih dalam proses penguatan pengelolaan oleh pemerintah pekon atau desa.

DLH juga menerapkan jadwal pengangkutan sampah yang disesuaikan dengan kondisi wilayah. 

Untuk kawasan padat penduduk, pengangkutan dapat dilakukan hingga dua kali sehari.

Selain itu, pemerintah daerah mendorong pengurangan sampah dari sumber melalui program bank sampah, TPS3R, edukasi pemilahan sampah rumah tangga, dan komposting sederhana di tingkat pekon. 

Upaya ini juga diperkuat melalui kebijakan daerah dan kegiatan organisasi masyarakat seperti TP PKK dan Dharma Wanita.

Ulinoha menegaskan, tantangan pengelolaan sampah tidak hanya pada aspek teknis, tetapi juga kesadaran masyarakat.

“Kesadaran bahwa pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama masih perlu terus ditingkatkan,” ujarnya.

Ke depan, DLH Pringsewu akan fokus pada penguatan edukasi masyarakat, perluasan TPS3R, optimalisasi TPA, digitalisasi retribusi, serta peningkatan layanan persampahan secara bertahap.

Pihaknya juga berharap dukungan media untuk membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pengelolaan sampah.

“Kami mohon bantuan rekan-rekan media untuk ikut memberikan pencerahan bahwa sampah adalah tanggung jawab kita bersama,” tandasnya.

(Tribunlampung.co.id / Oky Indrajaya)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.