Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Sebanyak 350 peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026 di Universitas Lampung tercatat tidak hadir hingga hari kelima pelaksanaan.
Ketidakhadiran ini mayoritas dipengaruhi pilihan sebagian peserta untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah kedinasan, serta faktor kesehatan yang menghalangi mereka mengikuti ujian.
Data tersebut dihimpun dari total 9.370 peserta yang seharusnya mengikuti seleksi tahun ini.
Humas Penerimaan Mahasiswa Baru Unila, M. Komarudin, menyampaikan bahwa angka ketidakhadiran tersebut masih dalam batas wajar dan tidak mengganggu keseluruhan pelaksanaan ujian.
“Total peserta yang seharusnya hadir sebanyak 9.370 orang, namun 350 di antaranya tidak mengikuti UTBK SNBT,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).
Ia menegaskan, secara umum proses seleksi berjalan lancar tanpa kendala berarti, meskipun terdapat beberapa catatan khusus selama pelaksanaan.
Salah satu kejadian yang menjadi perhatian panitia terjadi pada hari pertama ujian, ketika seorang peserta mengalami kecelakaan.
Panitia segera mengambil langkah cepat dengan memindahkan lokasi ujian dari lantai dua ke lantai satu agar peserta tetap dapat mengikuti ujian dengan lebih mudah.
“Langkah ini kami lakukan untuk memastikan peserta tetap bisa mengikuti ujian tanpa hambatan akses,” jelas Komarudin.
Selain itu, panitia juga memberikan perhatian khusus kepada peserta berkebutuhan khusus, seperti tunarungu dan tunadaksa.
Penyesuaian lokasi ujian dilakukan dengan menempatkan mereka di area yang lebih mudah dijangkau.
“Termasuk peserta tunadaksa yang sebelumnya ditempatkan di lantai atas, kami pindahkan ke lantai dasar demi kemudahan akses,” tambahnya.
Komarudin juga menjelaskan adanya perubahan mekanisme dalam pelaksanaan SNBT tahun ini.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, peserta tidak langsung mengetahui jadwal dan lokasi ujian saat pendaftaran.
Informasi tersebut baru diberikan setelah proses penjadwalan selesai.
“Peserta baru mengetahui jadwal dan lokasi ujian setelah proses penjadwalan. Jadi, bisa saja yang mendaftar lebih awal justru mendapatkan jadwal ujian di akhir, atau sebaliknya,” pungkasnya.
(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)