TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Polda Metro Jaya kini turun tangan mengusut kasus dua asisten rumah tangga (ART) jatuh dari lantai empat indekos di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat.
Dalam peristiwa tersebut, ART berinisial R (15) dinyatakan tewas. Sedangkan ART lainnya berinisial D menderita patah tangan.
"Masih (penyelidikan) gabungan Polres Jakarta Pusat dan Ditreskrimum PMJ," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Minggu (26/4/2026).
Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan, pihaknya tengah mendalami dugaan unsur pidana dalam peristiwa ini.
"Kami sedang melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana yang terjadi," ungkap Iman.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, mengatakan pihaknya belum dapat menyimpulkan motif di balik aksi nekat tersebut, termasuk dugaan adanya perlakuan sadis dari majikan.
Pemeriksaan terhadap majikan korban pun kini tengah dilakukan.
"Dimintai keterangannya, tapi belum selesai," kata Roby saat dikonfirmasi, Jumat (24/4/2026).
Terkait penyebab korban sampai melompat, Roby menyebut pihaknya masih melakukan pendalaman, termasuk menelusuri kemungkinan adanya penyekapan.
"Belum tahu disekap atau enggak. Saya belum bisa ngomong lebih dalam, saya periksa dulu saja daripada salah-salah," katanya.
Adapun peristiwa ini terjadi pada Rabu (23/4/2026) sekitar pukul 23.00 WIB di Mulya Residence 2, Jalan Walahar Buntu Nomor 32, Jakarta Pusat.
Usai kejadian, warga sekitar langsung memberikan pertolongan dan menghubungi ambulans.
"Langsung ditolong warga, langsung telepon ambulans darurat," ujar Roby.