TRIBUN-MEDAN.com - Inilah sosok Plt Gubernur Riau SF Hariyanto.
SF Hariyanto ditantang ibu-ibu lewat jalan rusak dan mengunjungi kampungnya.
Wanita bernama Sofia itu mengadukan jalan rusak parah di kampungnya.
Baca juga: Warga Sunggal Berusia 18 Tahun di Diringkus Polisi di Binjai, Terlibat Jaringan Narkoba Antar Kota
Selain itu ia juga menyampaikan kegusarannya karena masalah bandar narkoba.
SF Hariyanto menjadi sorotan setelah ditantang oleh emak-emak dari Kelurahan Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau.
Mereka menyampaikan keluhan langsung kepada SF Hariyanto terkait infrastruktur jalan yang rusak parah serta keresahan warga terkait peredaran narkoba.
Baca juga: Bank Mandiri Region I Sumatera 1 Salurkan KUR Rp677,5 M hingga Februari 2026 Dorong Ekonomi Rakyat
Mereka meminta orang nomor satu di Riau itu melihat langsung kondisi tersebut.
Itu terjadi dalam acara deklarasi anti-narkoba di Pekanbaru, Sabtu (25/4/2026).
Sofia, salah satu perwakilan warga Panipahan, menantang SF Hariyanto untuk menempuh perjalanan darat menuju kampung mereka, sebagaimana perjuangan emak-emak tersebut menempuh 15 jam perjalanan menuju ibu kota provinsi.
"Jenguk kami ke Panipahan, Pak. Kami tunggu kedatangannya. Seperti kami 15 jam ke sini tanpa istirahat, tolong Bapak juga sportif datang ke kampung kami," ujar Sofia di hadapan SF Hariyanto, melansir dari Kompas.com.
Sofia memberikan penekanan khusus agar Plt Gubernur tidak menggunakan helikopter atau jalur udara jika berkunjung nanti.
Warga ingin pemerintah merasakan langsung penderitaan mereka saat melewati jalan yang kondisinya digambarkan sudah "sakaratul maut".
"Kalau bisa jangan lewat udara, Pak, tapi jalan darat. Coba lihat jalan di kampung kami di Panipahan, Pak, 'sakaratul maut'," tegas Sofia.
Mendengar pernyataan keras tersebut, SF Hariyanto terpantau hanya memberikan senyuman di hadapan warga.
Baca juga: Aipda Robig Zaenudin Diduga Kendalikan Jaringan Narkoba Dalam Lapas, Kini Dipindah ke Nusakambangan
Selain masalah infrastruktur, Sofia juga mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak tegas memberantas bandar narkoba di wilayahnya.
Hal ini merujuk pada kerusuhan yang pecah di Panipahan beberapa pekan lalu, di mana warga yang sudah kehilangan kesabaran menggeruduk hingga membakar salah satu rumah dan sepeda motor yang diduga terkait jaringan narkoba.
"Tolong, bapak-bapak (aparat hukum) semuanya, tangkap semua bandar-bandar narkoba di Panipahan. Kami sudah resah," tambahnya.
Aksi pembakaran tersebut merupakan puncak dari kekecewaan masyarakat terhadap maraknya peredaran barang haram yang dinilai merusak tatanan sosial di wilayah perbatasan tersebut.
Warga berharap kehadiran pemerintah provinsi secara langsung dapat membawa solusi konkret, baik dari sisi keamanan maupun pembangunan fisik.
Sosok dan Harta Kekayaan
Dikutip dari TribunBatam.id via Tribunnews, SF Hariyanto lahir di Pekanbaru, 30 April 1965.
Ia menikah dengan seorang perempuan bernama Adrias pada tahun 1965 hingga akhirnya dikaruniai seorang anak.
Hariyanto memiliki riwayat pendidikan yang cukup tinggi hingga mendapatkan gelar Ir. H. SF Hariyanto, M.T.
Pada tahun 1970-1976, ia mengawali pendidikannya di Madrasah Ibtidaiyah Negeri setara Sekolah Dasar (SD).
Ia lalu bersekolah di SMP Negeri 5 Pekanbaru hingga 1980 hingga melanjutkan ke jenjang SMA di SMA Negeri 1 Pekanbaru.
Lulus pada 1983, SF Hariyanto lalu berkuliah di Universitas Islam Riau (UIR) selama sembilan tahun, 1992.
Pada waktu yang sama, SF Hariyanto telah mengawali kariernya dengan menjadi pegawai honorer pada tahun 1983-1987.
Karier SF Hariyanto semakin meningkat setelah melanjutkan pendidikan sarjana ini.
Hariyanto lalu diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) pada 1 November 1987.
Pada 2023, barulah ia melanjutkan S2 Magister Teknik Sipil di Universitas Islam Indonesia selama tiga tahun, selesai 2006.
Berbagai organisasi juga diikuti SF Hariyanto satu di antaranya adalah Persatuan Olahraga Dayung Indonesia dan Forum Panjat Tebing Indonesia.
Perlahan tapi pasti, SF Hariyanto merasakan berbagai jabatan selama menjadi PNS.
Hariyanto diangkat menjadi Sekretaris Daerah Provinsi Riau, pada 18 Maret 2021.
Tiga tahun kemudian SF Hariyanto dilantik menjadi Penjabat Gubernur Riau setelah menjabat sebagai pelaksana harian sejak sembilan hari sebelumnya.
Karena sering muncul di media-media lokal, SF Hariyanto semakin dikenal masyarakat Riau.
Hal tersebut mempermudah langkah SF Hariyanto yang kini menjadi Wakil Gubernur Terpilih Riau 2024.
Di Pilkada 2024, SF Hariyanto terpilih mendampingi Gubernur Riau Abdul Wahid memimpin Riau.
Menurut hasil pleno KPU RI,pasangan ini berhasil mendapatkan 1.224.193 suara.
Abdul Wahid-SF Hariyanto mengalahkan dua pasangan calon (paslon) lainnya yakni nomor urut 2, Nasir-Wardan yang memperoleh 877.511 suara dan paslon nomor urut 3 Syamsuar-Mawardi Muhammad Saleh memperoleh 661.297 suara.
Keduanya kemudian dilantik oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto serentak bersama 481 kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, (8/10/2025).
(*/ Tribun-medan.com)