Upus Ni Mama, Renungan W/KI GMIM 26 April - 2 Mei 2026, Mengasihi dengan Perbuatan dan Kebenaran
Chintya Rantung April 26, 2026 05:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Upus Ni Mama, renungan Wanita Kaum Ibu (W/KI) Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) dalam sepekan mulai 26 April - 2 Mei 2026.

Pembacaan alkitab terdapat pada 1 Yohanes 3:11-28.

Tema perenungan adalah adalah Mengasihi dengan Perbuatan dan dalam Kebenaran.

Khotbah:

Wanita/ Kaum lbu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Bersyukur kepada Mahabesar Tuhan yang terus menjaga, melindungi dan mengasihi kita sehingga kita terus diberi kekuatan dan kesehatan untuk berkarya di dunia milik Tuhan ini.

Sepanjang minggu ini kita dituntun untuk memahami kebenaran firman Tuhan dalam 1 Yohanes 3:11-18 dibawa tema mingguan "Mengasihi dengan perbuatan dan dalam kebenaran". 

Melalui kebenaran firman ini kita terus diperlengkapi agar supaya iman kita terus berturnbuh dan berbuah, dan kitapun boleh menjadi berkat bagi banyak orang. 

Wanita/Kaum lbu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Vesus,

Mengasihi adalah kata yang mudah sekali kita ucapkan lewat perkataan, yang seringkali terucap di dalam doa-doa, dan 
sering kita lantunkan melalui nyanyian-nyanyian pujian.

Namun pertanyaan untuk kita apakah kita sudah sungguh-suhgguh melakukannya dalam kehidupan keseharian kita?

Ataukah kasih itu hanya sebatas ucapan, doa, dan nyanyian saja yang keluar dari mulut kita?

Kasih bukanlah sebatas kata-kata indah untuk diperdengarkan dalam arti bukan hanya sebatas sorga di telinga. 

Tetapi sebagaimana Kristus mengasihi kita demikian jugalah kasih itu kita wujudnyatakan dalarn kehidupan kita setiap hari.

Kasih mengandung sebuah perintah dan kebenaran bagi kehidupan orang percaya. 

Wanita/ Kaum Ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Yesus memberikan perintah baru supaya saling mengasihi dan perintah ini sebenarnya adalah perintah lama karena Allah 
telah memerintahkan setiap orang Israel untuk saling mengasihi terhadap sesama manusia seperti diri sendiri.

Kemudian perintah baru "Sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi".

Di sini, penulis surat 1 Yohanes mengingatkan orang percaya untuk meneladani kasih pengorbanan Yesus yang telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita. 

Kasih sejati siap memberi dengan penuh pengorbanan dan murah hati.

Yohanes menasihati kita agar mengasihi dalam perkataan dan perbuatan. Kasih seperti itu menjadi bukti paling nyata bahwa seseorang telah memiliki hidup baru sebagai anak Allah.

Mengasihi dengan tindakan nyata. Penulis surat 1 Yohanes menekankan ajaran Yesus tentang kasih yang melampaui norma. 

la mengingatkan bahwa pembunuhan tidak sekadar sebuah tindakan dosa, seperti tindakan yang telah dilakukan oleh Kain terhadap Habel.

Ketika niat membunuh muncul dalam hati dan pikiran dengan dilandasi kebencian, hal itu pun merupakan dosa pembunuhan.

Kepahitan dan kebencian terhadap seseorang yang melukai kita dapat tumbuh menjadi kanker yang dapat membunuh kasih di dalam hati kita.

Karena itu firman Tuhan terus mengingatkan kita jangan memelihara sikap yang berlawanan dengan kasih.

Penulis 1 Yohanes memberikan contoh praktis tentang bagaimana kita mewujudkan kasih dalam hidup kita.

Kasih adalah sebuah tindakan, bukan perasaan. Kasih merupakan pemberian diri yang penuh pengorbanan.

Dengan demikian, mengasihi adalah tindakan memberi diri terhadap sesama yang dapat diwujudkan dengan peduli dan memberikan bantuan kepada sesama yang sedang membutuhkan. 

Yesus mengajar para murid-Nya untuk menaati perintah yang paling utama, yaitu mengasihi Allah dan sesama manusia seperti mengasihi diri sendiri.

Kemudian Injil Yohanes menekankan besarnya kasih Allah kepada dunia seperti dalam Yoh. 3:16 "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga la telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."

Yesus mengajak dan mengingatkan orang percaya untuk saling mengasihi satu dengan yang lainnya, jauhkan kebencian, iri hati, dengki dan hal-hal lainnya yang tidak dikehendaki-Nya, tetapi mengasihi dengan perbuatan dan dalam kebenaran. 

Wanita/ Kaum lbu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Dunia di mana kita berpijak saat ini dipenuhi kasih yang dangkal dan bersyarat. Kasih yang hanya muncul jika 
menguntungkan.

Realitas ini mengajak kita untuk kembali pada jati diri sejati sebagai manusia yang diciptakan segambar dan serupa 
dengan Dia.

Kita terus diingatkan untuk hidup dalam kasih yang memuliakan Tuhan, sebab Kasih adalah perintah utama dari Allah.

Orang percaya harus saling mengasihi, dan ini bukan pilihan melainkan perintah yang harus diwujudkan dalam hidup sehari-hari.

Kasih adalah ciri khas anak-anak Allah, sedangkan kebencian adalah ciri dunia.

Kasih sejati bukan hanya berupa perkataan namun harus ditunjukkan melalui tindakan nyata terhadap sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan.

Firman ini terus mengingatkan kita sebagai ibu-ibu Tuhan untuk saling mengasihi, jangan pilih kasih, sebagaimana yang telah diteladankan oleh Yesus bagi kita.

Jadikan kasih Kristus sebagai prinsip hidup. Jangan biarkan kesibukan, keegoisan atau luka masa lalu merusak ikatan 
kasih.

Mulailah dari hal kecil seperti ucapan syukur, pengampunan, mendengar satu sama lain dan berdoa bersama. Jika hati mulai dipenuhi dengan emosi negatif, mari datang kepada Tuhan dan minta pertolongan-Nya, minta Tuhan menolong kita untuk menjadi tempat di mana kasih yang berkuasa bukan kebencian.

Jadilah teladan bukan hanya dalam kata-kata tapi juga dalam perbuatan sehari-hari. Mari ibu-ibu Tuhan kita buka hati, buka mata dan buka tangan kita. Jangan hanya mengasihi dengan kata-kata tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.

Sebab kasih Allah tidak berhenti di hati kita, kasih itu harus mengalir dan menjadi berkat bagi sesama. Amin. 

Pertanyaan Untuk Diskusi: 

1. Apa arti mengasihi dengan perbuatan dan dalam kebenaran menurut 1 Yohanes 3:11-18? 

2. Bagaimana kita menerapkan kasih dalam tindakan nyata di lingkungan keluarga, gereja atau pekerjaan? Berikan contoh!

Sumber: Komisi W/KI Sinode GMIM edisi April - Mei 2026

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.