TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP PA GMNI) memberikan catatan kritis terkait kondisi geopolitik dan ekonomi global yang mulai berdampak langsung pada stabilitas domestik Indonesia.
Ketua Umum DPP PA GMNI, Prof. Dr. Arief Hidayat, menegaskan bahwa penguatan karakter bangsa, toleransi, dan semangat gotong royong harus menjadi fondasi utama agar Indonesia tidak goyah menghadapi tekanan internasional.
Baca juga: Ketua PA GMNI: Pertemuan Megawati-Prabowo Jadi Contoh Baik dan Bawa Kesejukan
Hal itu disampaikan Arief dalam acara Halal bi Halal Kebangsaan bertema “Pembangunan Karakter Bangsa Memperkuat Toleransi dan Gotong Royong” di Aula Gedung TVRI, Jakarta, Sabtu (25/4/2026) malam.
"Di tengah kegelisahan berbagai negara dunia dalam menghadapi perubahan tatanan global yang baru, tentunya berimbas pada situasi di Indonesia. Tekanan ekonomi yang membuat kenaikan harga barang, ancaman pengangguran, serta konflik sosial menjadi tantangan nyata," kata Arief Hidayat di lokasi.
Meski dunia dalam kondisi tidak menentu, mantan Hakim Konstitusi ini menilai Indonesia memiliki keunggulan yang tidak dimiliki bangsa lain, yakni modal sosial dan kultural yang sangat kuat.
Arief memandang keberagaman Indonesia bukanlah sebuah celah kelemahan, melainkan kekuatan politik dan sosial yang besar jika dikelola dengan semangat toleransi.
"Indonesia hanya akan terus maju apabila seluruh elemen bangsa menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan mengutamakan kepentingan nasional di atas kepentingan sektoral atau golongan," tegasnya.
Ia mengingatkan agar seluruh komponen bangsa tidak terjebak dalam kepentingan jangka pendek yang justru bisa merusak kohesi nasional.
Senada dengan Arief, Sekretaris Jenderal DPP PA GMNI, Abdy Yuhana, menekankan bahwa tantangan ekonomi global tidak bisa hanya diselesaikan dengan pendekatan teknokratis semata.
Menurutnya, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki karakter kuat akan menentukan daya saing Indonesia di kancah internasional.
Baca juga: DPP GMNI Minta Kemenhan Batalkan Klausul Izin Lintas Pesawat Militer Asing
Abdy pun menyinggung filosofi gotong royong yang menurutnya merupakan ruh asli rakyat Indonesia dalam menghadapi krisis.
“Gotong royong adalah pembantingan tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu-membantu bersama. Gotong royong adalah jiwa dan DNA bangsa Indonesia dalam menghadapi tantangan zaman,” ujar Abdy.
Melalui momentum ini, PA GMNI mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat solidaritas nasional demi memastikan Indonesia tetap tangguh dan mandiri secara ekonomi.
Sebagai informasi, kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus pusat dan senior PA GMNI, aktivis mahasiswa, perwakilan organisasi kepemudaan (Cipayung), hingga pegiat demokrasi.
Hadir pula memberikan tausiyah kebangsaan, Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Ni'am Sholeh, yang memperkuat pesan kerukunan dalam bingkai keberagaman.